Tags

Nama               : Reno Veroliano Bakara

NIM                : 1402045041

Prodi               : Hubungan Internasional (A)

Mata Kuliah    : Pendidikan Anti Korupsi

KELOMPOK UNTOUCHTABLE

Awal masuk kelas Pendidikan Anti Korupsi bersama Bu Unis saya merasa bangga terhadap diri saya atas apresiasi yang diberikan oleh Bu Unis terhadap kami mahasiswa prodi HI A yang tidak pernah melakukan “Titip Absen” selama kami berkuliah dan saya juga termasuk orang yang ada didalamnya dan saya memang memiliki komitmen dalam diri saya untuk berkuliah dengan baik dan benar dan tidak melakukan hal-hal yang bersifat tidak jujur selama berkuliah dan saya juga berkesempatan untuk berfoto bersama Bu Unis. Itu merupakan salah satu penghargaan yang berarti dalam diri saya karena ada juga dosen yang secara terang-terangan berani menantang mahasiswanya untuk berkata jujur di dalam kelas dan ternyata kejujuran itu sangat dihargai oleh Bu Unis. Lalu saat Ibu Unis memberikan tugas secara kelompok untuk melakukan wawncara terkait masalah korupsi di instansi yang ada di Samarinda, maka sebagai anggota kelompok, saya berusaha agar terlibat secara aktif dalam kegiatan kelompok kali ini. Lalu saya dan teman-teman kelompok saya sedikit berdiskusi tentang instansi mana yang kemungkinan akan kami datangi dan kami awalnya memilih tiga opsi instansi yang akan kami datangi yaitu, Partai Gerindra, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Timur, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena ketiga instansi itu masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Mulai dari Gerindra yang merupakan sebuah partai politik lalu KNPI yang merupakan organisasi nasional kepemudaan serta BPK yang bertugas memeriksa keuangan yang ada di setiap instansi yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Secara pribadi saya lebih memilih untuk mewawancarai Partai Gerindra ketimbang KNPI dan BPK. Dan akhirnya pilihan utama kamipun jatuh pada Partai Gerindra seperti yang saya harapkan. Kami memilih Partai Gerindra karena lewat data yang kami telah baca bahwa Partai Gerindra merupakan salah satu partai politik terbersih di Indonesia selain Partai Hanura. Dan kami ingin mewawancarai salah satu petinggi Partai Gerindra di Kalimantan Timur mengenai pendapatnya tentang korupsi yang ada di Indonesia dan tips untuk menangkal korupsi seperti yang dilakukan dalam partainya, sehingga kami sepakat untuk memilih Partai Gerindra sebagai rencana utama untuk di wawancarai. Lalu untuk rencana cadangannya kami memilih KNPI karena kami ingin melihat penilaian tentang kasus korupsi yang ada di Indonesia lewat sudut pandang organisasi kepemudaan karena notabene pemudalah yang di masa mendatang yang akan memegang kendali roda pemerintahan di Indonesia.

Sehingga pada tanggal 29 April 2015, saya berinisiatif untuk mengajak teman-teman anggota kelompok saya untuk pergi ke kantor DPD Gerindra yang berada di Perumahan Villa Tamara di Jalan A.W Syahranie untuk terlebih dahulu membuat janji pertemuan. Dan karena kantor KNPI Provinsi Kalimantan Timur juga berada di Jalan A.W Syahranie dan dekat dengan kantor DPD Partai Gerindra sehingga kami juga sekalian mendatangi kantor KNPI untuk membuat janji untuk melakukan wawancara. Dan setelah selasai jam kuliah kamipun pergi ke kantor KNPI dan kantor DPD Partai Gerindra dan akhirnya kami bertemu dengan salah satu pengurus di KNPI sehingga kami dapat membuat janji untuk melakukan kegiatan wawancara pada hari kamis mendatang. KNPI yang awalnya merupakan rencana cadangan kami tetapi ternyata telah lebih dahulu mendapat kepastian untuk melakukan wawancara dan selanjutnya kami ke kantor DPD Partai Gerindra dan disana kami bertemu dengan salah satu pengurus partai namun kami tidak dapat menemukan kesepakatan waktu yang tepat hingga akhirnya kami memutuskan hanya akan melakukan kegitan wawancara pada satu instansi saja yaitu instansi KNPI Provinsi Kalimantan Timur.

Sehingga pada hari kamis tanggal 7 Mei 2015 saya dan anggota kelompok yang lain akhirnya pergi ke kantor KNPI pada jam 1 siang dengan terlebih dahulu mempersipakan bahan pertanyaan yang ada serta konsep dari wawancara yang akan kami lakukan dan kami akhirnya tiba di kantor KNPI namun bapak yang akan kami wawancarai belum datang sehingga kami harus menunggu cukup lama di dalam kantor KNPI. Di kantor KNPI kami diterima dengan baik dan hangat oleh salah seorang pengurus yang ada di kantor tersebut dan sambil menunggu bapak Wakil Ketua I KNPI datang kami berbincang-bincang santai dengan beliau dan menerima kami di kantornya. Beliau bertanya maksud dan tujuan kami datang ke KNPI dan beliau mengapresiasi kami karena kami mau meminta pandangan terkait korupsi dari sudut pandang oraganisasi kepemudaan dan memang hanya kelompok Untouchtable yang mewawancarai organisasi kepemudaan. Beliau bertanya kepada kami berasal dari daerah mana saja dan kami sedikit berbincang tentang korupsi yang ada di Indonesia khususnya yang berada di daerah Kalimantan Timur yang sebenarnya banyak kasus korupsi yang terjadi di Kalimantan Timur namun tidak muncul ke permukaan dan minim sekali pengawasan dari pihak terkait dan juga beliau ada bercerita tentang kondisi yang sebenarnya sedang terjadi konflik kepentingan di lingkungan internal KNPI sehingga terjadi dualisme kepengurusan di KNPI sehingga seperti yang kami dengar di berita memang sedang terjadi konflik di internal KNPI dan kami bisa mendapatkan penjelasan secara langsung lewat salah satu pengurus KNPI sendiri. Dan kami berbincang cukup banyak hal lainnya. Lalu kami juga berbincang dengan pengurus lainnya yang juga merupakan seorang Dosen di Prodi Hubungan Internasional. Melalui perbincangan dengan bapak tersebut kami menjadi  lebih memahami tentang materi di mata kuliah teori HI dan juga tentang materi yang telah kami terima di semester 1 dan juga kami ada sedikit membahas tentang materi yang kira-kira akan kami terima di semester 3 ke atas dan juga beliau memberikan kami beberapa tips dalam kami berkuliah di fisipol terutama tentang hal-hal yang berkaitan dengan Hubungan Internasional. Tak berapa lama kemudian sang Narasumber yang Kami tunggu akhirnya tiba di lokasi. Sang Narasumber tersebut bernama Bapak Arif Rahman Hakim. Bapak Arif Rahman Hakim ini menjabat sebagai Wakil Ketua I pada KNPI Provinsi Kalimantan Timur. Dalam wawancara kelompok Untouchable, Kami memakai sistem diskusi jadi semua anggota kelompok Untouchable berpartisipasi dalam mewawancara Sang Narasumber.

Dalam wawancara ini yang berperan menjadi Pewawancara Utama adalah Retitha Kurnianda, Namun anggota yang lain selain menjadi audience juga dapat memberi pertanyaan atau respon kepada Sang Narasumber.

Dalam wawancara tersebut Kami menanyakan beberapa hal. Pertanyaan tersebut adalah :

  1. Pendapat sang Narasmuber mengenai Korupsi yang terjadi di Indonesia?
  2. Sejak Kapan Pendidikan Anti Korupsi sebaiknya di ajarkan?
  3. Apakah pernah terjadi tindakan Korupsi di lingkungan Instansi KNPI?
  4. Strategi apa yang paling tepat untuk menekan tindak korupsi?

Untuk pertanyaan pertama Sang Narasumber menjawab “Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah dalam tahap yang Kronis, bahkan sudah seperti menjadi Budaya bangsa Indonesia, walaupun sebenarnya Korupsi ini bukan bagian dari Budaya Bangsa Kita,”. Dalam Pertanyaan kedua yang merupakan pertanyaan yang saya berikan secara langsung pada Beliau, Bapak Arif Rahman Hakim berpendapat “Seharusnya Pendidikan Anti Korupsi harus diajarkan sejak dini, bahkan seharusnya diajarkan sejak bangku Taman Kanak-kanak dan Beliau juga menyayangkan kenapa Pendidikan Anti Korupsi baru diajarkan ketika di jenjang Kuliah,Namun Beliau tetap mengapresiasi Kami karena saat sekarang ini sangat sedikit Pemuda yang mau memberi perhatian terrhadap Pendidikan Anti Korupsi.”  dan ternyata apa yang saya pikirkan juga merupakan pemikirin yang sama dengan yang disampaikan oleh beliau yang mendukung dengan diadakannya Pendidikan Anti Korupsi sejak dini, sejak sekolah di masa kanak-kanak. Pertanyaan Ketiga mengenai apakah pernah terjadi tindak Korupsi di lingkungan KNPI, Beliau menjawab “Selama kepengurusan KNPI Provinsi Kalimantan Timur ini belum pernah terjadi tindakan Korupsi,” dan untuk Pertanyaan keempat Beliau mengatakan” Strategi sehingga KNPI tidak pernah terjadi Korupi ialah manajemen yang baik dan transparan. Ketika Manajemen yang dilakukan oleh suatu Organisasi itu baik, tepat, dan transparan maka tindak Korupsi itu bisa diminimalisir kemungkinannya,”

Dari wawancara tersebut Kami banyak mendapat Ilmu baru mengenai Pendidikan Anti Korupsi, salah satunya ialah cara dalam mengelola sebuah organisasi yang baik agar terhindar dari kemungkinan terjadinya tindakan korupsi yaitu dengan memiliki Manajemen yang baik,tepat,dan transparan akan menekan niat untuk melakukan tindakan Korupsi. Pesan terakhir sebelum wawancara Kami berakhir, Beliau berpesan “Jadilah Pemuda yang konsisten untuk selalu melawan tindak korupsi perkuat Iman dan perdalam Ilmu Pengetahuan untuk mengatasi Korupsi,”. Akhirnya Wawancara pun berakhir dan sebelum Pamit Kami pun berfoto bersama dengan Narasumber.

Setelah selesai melakukan kegiatan wawancara dan kami saling berbagi tentang ilmu dan pengalaman terutama dari Sang Narasumber saya menjadi memiliki semangat yang bertambah dalam menjalani hidup dengan jujur dan lurus dan tidak melakukan tindakan-tindakan korupsi, baik itu dari hal-hal kecil seperti titip absen bagi mahasiswa dan membohongi orang tua mengenai biaya perkuliahan. Saya bertekad untuk hidup dengan benar karena memang hidup jujur dan benar itu akan memberikan kedamaian dalam kita menjalani kehidupan kita sehari-hari. Karena saya pernah waktu masih sekolah SD saya berbohong kepada orang tua tentang uang jajan dan ternyata kebohongan yang saya lakukan itu dan tidak ketahuan membuat saya ketagihan untuk berbohong lagi tentang uang lainnya namun setelah saya dewasa saya menyadari bahwa apa yang dulu saya lakukan adalah sebuah kejahatan dan tidak boleh dilakukan. Dan semenjak saya SMP sampai kuliah sekarang ini saya tidak lagi membohongi orang tua mengenai masalah keuangan dan sekarang ini saya selalu berterus terang mengenai masalah keuangan dengan orang tua saya untuk menghindari kemungkinan saya melakukan tindakan korupsi terhadap orang tua dan bila dibiarkan bisa menjadi kebiasaan bagi diri saya pada masa kerja nanti untuk melakukan tindakan korupsi. Sehingga sejak saya memahami apa itu korupsi saya bertekad untuk menjauhi segala bentuk korupsi yang ada dan memilih untuk hidup dengan jujur dan bekerja keras serta memperdalam keimanan saya terhadap Tuhan agar dan saya dapat lebih bersyukur lagi atas segala berkat dan karunia yang diberikan oleh Tuhan dalam hidup saya.

Advertisements