Tags

Nama    : Randa nur paratama

NIM       : 1402045035

Prodi     : Hubungan Internasional A

Pengalaman saya selama mengikuti mata kuliah anti korupsi

Nama saya Randa nur pratama saya anak hubungan internasional A pada saat ada pembagian kelompok di mata kuliah anti korusi saya berada di kelompok ankor’s warrior,ancor’s warrior terbentuk dari penunjukan kelompok pada mata kuliah teori hubungan internasional namun setelah ada penunjukan kelompok lagi pada mata kuliah pendidikan anti korupsi saya memutuskan untuk membentuk kelompok yang sama seperti kelompok yang ada pada mata kuliah teori hubungan internasional,kelompok saya ini beranggotakan 7 orang yaitu Qintamani, Dini ,Yani, Yunda,Rizka,Eka dan saya sendiri Randa setelah kami bergabung dalam kelompok yang sama kami berdiskusi nama yang cocok untuk kelompok kami apa,kami memutuskan nama yang cocok untuk kelompok kami adalah ANKOR’S WARRIOR arti nama dari ankor’s warrior sendiri adalah “PASUKAN ANTI KORUPSI’’ mengapa kami memutuskan untuk memberi nama itu karna saya dan kelompok saya sepakat kita semua termotivasi dengan adanya kelompok ini dalam mata kuliah pendidikan anti korupsi kami ingin menjadi generasi yang anti “KORUPSI’’.

Pada saat perkuliahan pendidikan anti korupsi di mulai saya bertemu dengan dosen pendidikan anti korupsi pertama yaitu ibu Enny Fathurahmi, S.IP,M.Si pada perkuliahan ini ibu Enny langung memeberikan tugas kelompok yaitu mewawancarai masyarakat umun tentang korupsi dan hukuman apa yang pantas untuk para koruptor,di tugas pertama ini saya bertugas sebagai kameramen dan yang bertugas sebagai pewawancara adalah Yani dan Qintamani kami mewawancarai masyarakat umum ternyata banyak masyarakat yang berpendapat bahwa korupsi sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia dan harus dihilangkan. Bahkan ada salah satu masyarakat yang tidak tau asal mula bagaimana para pejabat yang notabennya yang berpenghasilan cukup masih saja melakukan tindak pidana korupsi,ada juga salah satu orang asing yang kami wawancarai saat kita Tanya korupsi itu apa dan dia pun menjawab dengan nada yang sedikit menyidir korupsi itu adalah Indonesia dan saya pun terdiam mendengar orang tersebut berkata seperti itu tapi saya sadar apa yang ia katakana itu adalah fakta yang ada saat ini di Indonesia memang terjadi banyak sekali tindakan korupsi yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat atas. Setelah itu kami mengganti tema pertanyaan yaitu “HUKUMAN YANG PANTAS BAGI PARA KORUPTOR ITU APA?” dan banyak masyarakat berpendapat sudah saatnya para koruptor di hukum seberat-beratanya karena menurut mereka para koruptor tersebut sudah mengambil hak-hak rakyat kecil masyarakat menginginkan pemerintah bertindak tegas dalam menangani tindakan korupsi ini menueruk mereka hukuman yang pantas untuk para koruptor tersebut adalah hukuman mati atau hukuman seumur hidup karna menurut mereka para korutor ini sudah terlalu sekali dalam melakukan tindakan korupsi sehingga banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup serta tidak bisa menyekolahkan anak-anak mereka karna telah di korupsi oleh para pejabat atau oknum-oknum tertentu  oleh karna itu masyarakat meminta kepada pemerintah untuk menindak secara tegas para koruptor ini. Banyak pula masyarakat meragukan pemerintah dalam menindak para koruptor karna menurut mereka banyak para koruptor yang hanya di hukum ringan dan masyarakat pun ada yang berpendapat pemerintah juga saat ini sering tidak transparan terhadap semua anggaran karna menurut mereka anggaran yang semestinya untuk rakyat kecil malah digunakan untuk hal-hal tidak berguna dan cenderung menghambur-hamburkan uang yang semestinya untuk rakyat malah untuk kesenagan pribadi. Ada juga masyarakat yang tidak perduli lagi terhadap korupsi di Indonesia karna menurut mereka sudah terlalu lama masalah korupsi ini merajalela dan sudah menjadi tradisi di Indonesia sehingga mereka pun menjadi warga Negara yang tidak perduli lagi terhadap masalah bangsa yang saat ini terjadi. Hal ini yang sangat saya sayangkan karena sebagai warga Negara yang akan jadi penerus bangsa saya menjadi malu karna bangsa yang sangat kita cintai ini sudah menjadi bangsa yang kotor dengan korupsinya dan sebagai penerus bangsa saya pribadi juga menjadi prihatain akan nasib bangsa yang akan datang karna sudah ada warga yang tidak perduli dengan korupsi ini oleh karna itu saya akan menjadi warga yang perduli bukan warga yang acuh tak acuh terhadap masalah tindak pidana korupsi ini.

Setelah dosen pertama telah selesai memberikan materi tentang pendidikan anti korupsi dan semua kelompok telah mempresentasikan tugas mereka kemudian dosen pun berganti dari ibu Enny Fathurahmi ke ibu Uni Wahyuni Sagena,M.Si,Ph.D dalam sistem pengajarannya ibu unis selalu memberikan materi perkuliahan dalam bentuk diskusi dan ibu unis selalu menunjuk moderator dan notulen dalam setiap pertemuannya,dan tugas pertama yang diberikan oleh ibu unis adalah sama seperti tugas yang di berikan pertama kali oleh ibu enny tugas kedua ini juga mewawancarai tentan korupsi hanya saja yan berbeda ibu unis meyuruh saya dan temen-temen yang lain untuk mewawancarai instansi pemerintahan atau partai politi(PARPOL), pada kesempatan ini saya dan teman-teman kelompok ankor’s warrior akhirnya memilih 2 instansi pemerintahan dan 1 parpol yaitu staf biro hukum KALTIM(kantor gubernur), partai demokrat serta kantor DPRD kota samarinda pada tugas ini saya dan teman-teman ankor’s warrior terbagi lagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok mewawancarai 1 tempat instansi pemerintahan dan partai politik teman saya Qintamani,Yunda dan Dini bertugas mewawancarai staf biro hokum KALTIM,temen saya Eka Dan Rizka mewawancarai partai demokrat serta saya dan teman saya Yani bertugas untuk mewawancarai kantor DPRD kota samarindasetelah ada pembagian tempat seperti ini saya dan kelompok saya memulai wawancara ke tempat instansi pemerintahan dan parpol tersebut pada hari Rabu tanggal 29 april 2015 pada hari pertama saya dan Yani pergi ke kantor DPRD kota samarinda di kantor tersebut setelah saya dan Yani sampai di kantor DPRD kota samarinda pada pukul 10.00 WITA kami menemui satpam setempat dan menanyakan apakah ada bapak ketua dan wakil ketua DPRD di tempat kemudian satpam tersebut lansung mengarahkan saya dan teman saya Yani untuk langsung menuju ke lobi kantor DPRD kota samarinda,setelah itu saya dan Yani menayakan hal yang sama pada petugas yang berada pada tempat tersebut kemudian mereka langsung menjawab “silahkan saja langsung menuju ke bagian HUMAS” setelah itu saya dan Yani menuju ke ruang HUMAS dan kembali menyakan hal yang sama kepada petugas yang ada kemudian salah satu dari karyawan yang ada menjawab bahwa ketua DPRD kota samarinda sedang tidak berada di tempat dia memberi tahu bahwa bapak ketua serta seluruh anggota DPRD kota samarinda saat itu baru saja berankat ke Jakarta dua sebelum saya dan Yani datang ke kantor DPRD,kemudian dia hanya memberi tahu bahwa yang sedang berada di tempat hanyalah wakil ketua DPRD kota samarinda yaitu bapak H.Siswadi setelah karyawan tersebut berkata seperti itu kemudian tak lama ada satu karyawan yang langsung berkata bahwa siswadi juga sedang tidak berada di tempat juga salah satu karyawan itupun berkata bahwa “pak siswadi baru saja pergi ke Jakarta tadi pagi baru saja pergi” kemudian karyawan yang memberi tahu kami pertama tadi sedikit berdebat tentang keberadaan bapak wakil ketua DPRD kemudian karyawan yang pertama kali memeberi tahu kami tadi langsung menyuruh saya dan Yani untuk menuju ke lantai 2 datan langsung ke ruangan bapak wakil ketua DPRD kota samarinda setelah saya dan yani samapai di lantai 2 kantor kami langsung menuju ke ruangan bapak H.Siswadi dan di dalam ruang tersebut kami langsung bertemu dengan sekretaris beliau dan kami untuk kesekian kalinya menanyakan hal yang sama “apakah bapak H.siswadi sedang berada di tempat”kemudian dia menjawab bahwa bapak H.Siswadi sedang tidak berada di tempat beliau sedang berada di Jakarta menyusul rombongan yang telah berangkat terlebih dahulu kemudian sekretaris tersebut menanyakan kepa kami ada perlu apa mencari bapak siswadi saya dan teman kelompok saya Yani menjawab “kami berdua sedang melakukan observasi serta wawancara tetang korupsi di intsansi pemerintahan terutama di kantor DPRD kota samarinda”kemudian sekretaris tersebut menyuruh kami untuk kembali lagi pada hari senin tanggal 4 mei kemudian kami turun ke lantai dasar menuju ke lobi dan bertanya apakah kami bisa menaruh surat pengantar yang diberikan oleh ibu unis kami meminta supaya saya dan yani di hubungin ketika suatu saat bapak ketua atau bapak wakil ketua DPRD ada di tempat kemudian sah satu seorang petugas yang berada di lobo tersebut menjawab silahkan bawa saja dulu surat itu dan kembali lagi pada hari senin dan setelah itu saya dan yani menanyakan apakah kami bisa membuat janji untuk bisa bertemu dengan bapak salah satu karyawan langsung menjawab “balik saja hari senin pasti ada bapak dan bapak wakil di tempat”  ,dan pada saat itu juga saya dan Yani kembali ke kampus dengan rasa yang sedikit kecewa karna tidak bias memberi hasil dalam perjalanan kami ini,setelah sampai di kampus saya dan yani bertemu dengan teman-teman sekelompok kami yang ada di ankor’s warrior hanya temen saya Qintamani,Dini dan Yunda yang membuahkan hasil mereka berhasil mewawancarai staf-staf yang ada di biro hukum KALTIM sedangkan teman saya Eka dan Rizka mereka akan mendatangin partai demokrat setelah jam perkuliahan berakhir karan kebetulan kami masih memiliki satu lagi jam kuliah.

Pada tanggal 4 mei 2015 saya dan teman saya Yani menuju ke kantor DPRD kota samarinda pada pukul jam 10.00 pagi lagi setelah jam perkuliahan selesai saya dan Yani langsung menuju ke kantor DPRD kota samarinda setelah kita berdua sampai saya dan yani langsung menuju saja ke lobi kantor DPRD dan langsung bertanya kepada petugas yang berada di tempat tersebut “apakah ada bapak ketua atau wakil ketua DPRD” kemudian dia menjawab saya tidak tahu bapak ketua atau wakil ketua apakah sedang berada di tempat,silahkan Tanya saja kebagian umum,setelah itu saya langsung menuju ke ruang bagian umun dan langsung bertanya kepada seorang petugas disana dan kami di suruh langsung menemui seorang ibu yang dia bertugas dan mengutahui jadwal-jadwal  dari bapak ketua atau wakil ketua DPRD kota samarinda kemudian ibu tersebut bertanya kepada saya dan Yani ada keperluan untuk betemu dengan bapak ketua dan wakil ketua DPRD kemudian kami menjawab bahwa kami sedang melakukan tugas wawancara tentang KORUPSI ibu itupun langsung meminta surat pengantar yang kami bawa dari kampus, kemudian ibu tersebut langsung memberi kami informasi bahwa jadwal bapak ketua dan wakil ketua DPRD sangat padat karna beliau semua baru saja datang dari Jakarta silahkan saja tinggal suratnya di sini dan nanti akan di hubungin kapan bapak ketua atau bapak wakil ketua DPRD kota samarinda bisa di temui dan kami berdua melakukan wawancara tersebut,kemudian ibu langsung meminta nomer handphone yang bisa di hubungin dari kami kemudian temen saya yani langsung memberikan nomer handphonenya stelah selesai saya dan yani langsung pamitan kepada ibu tersebut dan langsung menuju ke parkiran kantor DPRD dan ketika di parkiran saya melihat tulisan-tulisan di mana saja para bapak ketua dan wakil ketua DPRD kota samarinda memarkir kendaraan mereka,setelah itu saya dan yani langsung menuju ke kendaraan kami dan setelah sampai saya dan yani tidak lansung naik ke kendaraan kami malah terlibat sedikit dalam diskusi kecil. Mengapa kita tidak langsung diarahkan menuju ruang bagian umum sewaktu kita pertama kali datang ke kantor DPRD malah kita di arahkan menuju bagian HUMAS padahal informasi yang di berikan oleh oleh ibu tersebut bahwa HUMAS hanya bertugas dalam menentukan tempat-tempat mana saja para bapak ketua dan wakil ketua DPRD serta anggota akan melakukan kunjungan kerja, di dalam hati saya bertanya-tanya ada apa ini kita di arahkan seperti itu akan tetapi saya positif thinking mungkin pada saat itu petugas yang ada pada saat itu mungkin lupa memberi tahu kami bahwa yang mengetahui jadwal-jadwal bapak ketua dan wakil ketua DPRD adalah staf yang ada pada bidang umum kantor,setelah saya dan yani selesai berdiskusi langsung menuju kembali ke kampus dengan membawa sedikit informasi dari kantor DPRD kota samarinda,kemudian saya dan yani bertemu dengan kelompok kami dan membicarakan tetang hasil wawancara kelompok kami di situ saya sedikit kecewa dengan hasil yang saya dapat karena sudah dua kali saya datang ke kantor DPRD kota samarinda tetapi belum juga berhasil mewawancarai ketua atau wakil ketua DPRD, kemudian setelah kami selesai berdiskusi tentang hasil wawancara kami pulang ke ruman masing-masing dan saya memutuskan pulang untuk melewati kantor DPRD dan saya melihat mobil bapak ketua DPRD Alphad syarief baru saja terparkir di halaman parker kantor DPRD kota samarinda. Setelah beberapa hari kami telah mendatangin instansi pemerintahan dan partai politik kelompok kami langsung melakukan presentasi tetang hasil wawancara kami,sebelum mata kuliah pendidikan anti korupsi di mulai saya bertanya kepada yani “apakah sudah di hubungin oleh ibu kemarin kapan kita bisa melakukan wawancara ke bapak ketua dan wakil ketua DPRD kota samarinda?” dan yani menjawabbelum ada sms tau telepon dari kantor DPRD tersebut,setelah saya menanyakan hal tersebut kepada yani dan yani telah menjawab pertanyaan saya kami berdua pun langsung masuk ke dalam ruang perkuliahan dan mengikuti perkuliahan,dalam presentasi pertama ini ada 3 kelompok yang melakukan presentasi kelompok yaitu PEMBURU TIKUS BERDASI, TEAM VISIONARY, dan kelompok saya sendiri yaitu ANKOR’S WARRIOR dalam diskusi pertama ini yang menjadi moderator adalah Fahrurrozi dan sebagai notulensi adalah Ageng bambang saputro,setelah diskusi ini selesai dan kelompok saya pun telah menyampaikan presentasi dengan hanya 1 instansi pemerintahan dan 1 partai politik saya dan yani berdikusi kembali apakah kita akan mendatangin kantor DPRD kota samarinda kembali ternyata kami memutuskan hanya menunggu saja kabar dari kantor DPRD tersebut, setelah beberapa hari kemudian saya bertanya kembali kepada yani apakah sudah ada informasi dari kantor DPRD mengenai kapan kita bisa melakukan wawancara dan yani langsung menjawab belum pernah di hubungin dengan orang dari kantor DPRD, saat itupun juga saya langsung pulang dan lewat kantor DPRD kota samarinda dan singgah sebentar ke kantor DPRD sendiri dan langsung menuju ruangan tempat di mana saya dan yani menaruh surat tersebut dan bertemu langsung dengan ibu yang menerima surat surat kami saya bertanya kepada ibu tersebut “kapan bu kita bisa melakukan wawancara ke bapak ketua atau wakil ketua DPRD kota samarinda” dan ibu tersebut menjawab nanti akan kita hubungin kapan anda bisa melakukan wawancara ke bapak ketua atau wakil ketua DPRD kota samarinda,dan setelah mendengar jawaban ibu tersebut saya langsung keluar dan pulang ke rumah,dan sampai perkuliahan pendidikan anti korupsi selesai dan ibu unis telah selesai menyampaiakan meteri perkuliahan dna tugas ini pun di berikan sampai dengan selasai saya mengetik tugas ini saya dan temen saya yani tidak pernah di hubungin oleh orang yang ada di kantor DPRD kota samarinda tersebut saya dan yani pun sudah tidak mau lagi datang ke kantor DPRD kota samarinda jika kami hanya mendapatkan hasil yang sama.

Dari materi di atas serta pengalaman yang saya dapat dalam perkuliahan pendidikan anti korupsi ini saya dapat mengambil banyak sekali pelajaran yaitu kita sebagai pemuda bangsa yang akan meneruskan tongkat estapet Negara tentunya harus peduli dengan masalah yang ada di dalam bangsa yang kita cintai ini terutama masalah korupsi saya pribadi bertekad seandainya saya menjadi pejabat atau orang yang barada di pemerintahan saya harus berani menegur teman atau kerabat yang melakukan tidakan korupsi dengan melaporkan mereka kepada pihak yang berwajib jangan seperti masyarakat yang tidak perduli akan masalah bangsa yang ada ini karna jika kita tidak perduli akan masalah ini maka para koruptor itu akan semakin merajalela dalam melakukan tindakan KORUPSI karan dengan cara kita berani melawan tindakan korupsi ini dennga langsung melaporkan para koruptor tersebut ke pihak yang berwajib maka kita telah mempersempit ruang gerak mereka untuk melakukan tindakan korupsi,seperti semboyan kami dalam perkuliahan pendidikan anti korupsi yaiti “KORUPSI LAWAN,LAWAN,LAWAN JUJUR BERANI,BERANI,BERANI” maka dari itu kita sebagai anak muda harus berani jujur dari sekarang dengan tidak melakukan tidakan korupsi karna jika kita tidak memulainya dari sekarang kapan lagi karna kita tidak mau anak cucu kita kelak melakukan tidakan korupsi ini,demikianlah pengalaman saya dalam mengikuti mata kuliah pendidikan anti korupsi ini.

Advertisements