Tags

Nama             : Puteri Adelia Syari

NIM                : 1402045048

Prodi              : Hubungan Internasional (A)

Mata kuliah : Pendidikan Anti Korupsi

Sebelum dan saat wawancara.

Perkenalkan nama saya Puteri Adelia Syari teman-teman biasa panggil saya pute saya dari anggota kelompok secret agent. Pada saat mendapatkan tugas untuk mewawancarai instansi kelompok kami langsung berdiskusi untuk memilih instansi mana yang akan kita datangi dan kita semua sepakat untuk memilih 3 instansi yaitu kantor Kejaksaan Kal-Tim, PKS ( Partai Keadilan Sejahtera), dan KPU Kal-Tim (Komisi Pemilihan Umum). Setelah memilih instansi yang akan kami kunjungi hari itu juga kami langsung pergi kedekanat untuk minta dibuatkan surat penghantar dari kampus berhubung saat itu hari sudah sore kamipun meninggalkan suratnya dan akan mengambilnya pada hari senin nanti. Dan pada hari senin tiba kegiatan kami terhambat lagi dengan hujan yang tak kunjung usai hingga siang hari dan ada juga beberapa dari kami yang akses jalannya menuju kampus terhalang oleh banjir jadi hari itu Sri Mulyani yang menjadi perwakilan dari kelompok kami untung dating kekampus untuk mengambil surat penghantarnya.

Pada hari rabu kami menggunakan jam yang kosong untuk memulai tugas kami awalnya kami tidak jadi untuk kekantor kejaksaan karena katanya kantor Kejaksaan Kal-Tim itu ada di Samarinda Seberang sedangkan yang di jalan M. Yamin itu kantor pengadilan tetapi kami masih tetap mencoba mencarinya di jalan M. Yamin, kami akhirnya menemukan kantornya mungkin karena berdekatan dengan kantor pengadilan dan tulisannya yang kurang jelas jadi orang-orang banyak yang kurang tau. Sesampainya di kantor kejaksaan kita bertanya kepada salah seorang pegawai dikantor tersebut dan kami langsung saja disuruh naik kelantai dua untuk menemui ketua kejaksaan tersebut setelah sampai dilantai dua ternyata semua ruangan kosong dan kami semua pun turun kembali saat ditangga kami berpapasan dengan pegawai kantor tersebut dan bertanya maksud dan tujuan kami dating kesana dan ternyata para petinggi dikantor kejaksaan tersebut sedang pergi keluar kota dan tidak tahu kapan akan kembali jadi kami hanya menitipkan surat penghantar kami kepada pegawai tersebut dan memintak kontak yang bisa kami hubungin kembali untuk menanyakan info ketua kejaksaan apakah sudah kembali. Setelah dari kantor kejaksaan kami langsung menuju kantor PKS yang jaraknya tidak jauh dari kantor kejaksaan dan disana kami hanya bertemu dengan seorang satpam, ia menjelaskan kalo di kantor tersebut memang selalu sepi kecuali akan ada rapat barulah para anggota partai tersebut ada dikantor dan kalo ingin bertemu harus membuat janji bertemu dahulu kepada yang bersangkutan dan kamipun meminta kontak ketua PKS yang bisa kami hubungin dan kami berpamitan. Selanjutnya saya mengusulkan untuk tetap melanjutkan ke kantor KPU yang berada di jalan basuki rahmat 2 dan sesampainya disana ternyata ketua dari KPU sedang tidak berada dikantor dan sekertaris juga sedang rapat dengan ketua kabag keuangan kebetulan saya akrab dengan orang-orang dikantor tersebut saya langsung saja disuruh mendatangin ruangnnya tetapi saya merasa tidak enak mengganggu dan kami memilih untuk menunggu saja tak lama kami menunggu ternyata waktu telah menunjukkan pukul 11.00 dan kami masih ada satu mata kuliah lagi untuk itu kami berpamitan kepada petugas yang sedang piket dikantor tersebut dan akan kembali setelah kuliah kami selesai. Kami pun kembali kekampus dengan membawa harapan kalau sekretaris KPU tersebut bisa diwawancarai hari itu juga. Setelah perkuliahan selesai kami langsung menuju kembali kekantor KPU tetapi kami terlambat ternyata seretaris dan para anggota KPU baru saja meninggalkan kantor dan kami pun pulang dan akan kembali lain hari.

Selang beberapa hari kemudian teman saya mendapat kabar kalau ketua PKS mau meluangkan waktunya untuk diwawancarai kami disuruh menemuinya pada hari minggu di hotel mesra karena para anggota PKS akan melakukan rapat disana dan lagi-lagi banyak dari anggota kami yang berhalangan untuk hadir dan wawancara dengan ketua PKS kami batalkan. Keesokan harinya kami langsung kembali kekantor KPU karena kami merasa bahwa surat penhantar kita yang dititipkan di kantor kejaksaan tidak dihiraukan dan merka juga tidak bisa dihubungin. Alhamdulillah para petinggi dikantor KPU sedang berada dikantor tetapi kita harus menunggu dahulu karena mereka sedang mengadakan rapat pleno kami dipersilahkan menunggu diruang ketua yang sangat nyaman karena kita tetap diperlakukan layaknya tamu-tamu yang lain dengan disuguhkan makanan kecil dan minuman, setelah menunggu beberapa jam rapat pun selesai dan ketua KPU langsung menghampiri kami diruangannya dan tidak seperti yang kami kira kalau orang yang mempunyai jabatan tinggi itu berjiwa sombong dan selalu menganggap remeh kami para mahasiswa ternyata bapak Muhammad Taufik ini orangnya sangat rama dan bersahabat kepada mahasiswa mungkin karena dia seorang dosen juga dan pernah mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, wawancara kami lakukan dengan santai dan bapak Taufik ini juga sangat terbuka kepada kami sampai-sampai dia dengan santai bercerita tentang pengalamannya saat melihat seorang calon legislative yang akan menyogok ketua KPU kota Balikpapan agar bisa menaikkan jumlah suaranya supaya terpilih menjadi anggota legislative dan bapak Taufik ini langsung bertanya kepada calon tersebut untuk diberi tahukan cara agar jumlah suaranya bertambah tetapi calon tersebut berkata tidak tahu dan dengan santai bapak Taufik berkata “begitupun dengan saya, saya juga tidak tahu harus berbuat apa lagian dari duit yang kamu berikan masih banyakan duit saya”. Menurut beliau korupsi itu tidak akan terjadi jika kita selalu merasa bersyukur dengan apa yang dimiliki dan semua pihak itu harus terlibat dalam membasmi korupsi. Contohnya sampai saat ini dalam politik uang, masih banyaknya masyarakat yang pengetahuannya masih kurang tentang apa itu korupsi dan berbagai macam bentuk korupsi dengan tetap menerima uang dari para calon petinggi tanpa berfikir kalo yang mereka lakukan itu salah dan malah akan membantu terjadinya korupsi di Negeri ini. Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 12.00 bapak Taufik juga ingin beristirahat untuk makan siang dan lanjut untuk rapat pleno kamipun mengusaikan perbincangan kami dan berpamitan sebelum pulang kami juga diberikan kartu nama oleh bapak Taufik mungkin kalau ada waktu kita bisa berbincang-bincang lagi. Dalam perbincangan tadi pesan bapak Taufik yang selalu saya ingat bahwa “ disaat kita sedang butuh tetapi kita bisa mengatakan tidak pada korupsi itu baru masyarakat yang anti korupsi ”. Setelah mewawancarai data dan videonya kami berikan kepada Hartomo salah satu anggota secret agent yang kami percayai untuk mengedite videonya. Saya bersyukur dalam melaksanakan tugas ini kami tidak banyak mendapat halangan atau dipersulit oleh orang-orang diinstansi tersebut bahkan mereka ramah kepada kami dan tugas kami selesai dengan tepat waktu.

Pengalaman dalam dunia korupsi

Saya terlahir dikeluarga sederhana yang pemahamannya tentang korupsi masih minim yang mereka tau korupsi hanya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai jabatan tinggi tanpa mereka sadari dengan apa yang mereka lakukan itu sebenarnya adalah tindakan korupsi. Contohnya seperti saat kena tilang hal yang mereka lakukan adalah menghubungi kerabat mereka yang juga menjadi anggota kepolisian untuk menghubungi polisi yang menilang agar mau diajak berdamai dengan membayar polisi tersebut saja mereka sering menyebutnya sebagai uang rokok.

Dan pengalaman saya sendiri dalam dunia korupsi yaitu saat saya sedang mengikuti tes untuk masuk ke sekolah menengah kejuruan, sekolah yang sejak kelas dua smp sudah saya idam-idamkan untuk melanjutkan pendidikan saya kesekolah itu karena disamarinda sekolah IT yang negeri hanya diSMK tersebut. Dengan percaya diri saya mendaftar disekolah tersebut dengan NIM yang menurut saya cukup untuk mendaftar disekolah itu setelah mendaftar dan mendapatkan nomor peserta saya dihubungi oleh keluarga saya untung berkuncung dirumahnya dengan membawa nomor peserta tersebut,  sesampainya disana beliau menawarkan diri untuk membantu saya untuk lulus tes disekolah tersebut dengan jabatannya yang sebagai pengawas diberbagai sekolah disamrinda dan cukup dekat dengan kepala sekolah dari smk tersebut saat itu saya tau kalau tindakan itu salah tetapi saya belum tau kalau itu termasuk tindakan korupsi. Setelah mengikuti berbagai macam test dan pada hari pengumuman ternyata nama saya tidak ada dari daftar siswa yang lolos test disekolah itu ayah saya langsung menelfon keluarga saya yang bejanji untuk membantu saya agar diterima disekolah tersebut, tak berapa lama beliau datang dan langsung menemui wakil kepala sekolah karena kepala sekolahnya sedang tidak berada ditempat dan tidak bisa dihubungi. Setelah menemui wakil kepala sekolah beliau mendatangi saya dengan ayah saya dan berkata kalau nomor peserta yang telah saya berikan telah tidak sengaja hilang dikantor kesiswaan dan ayah saya langsung disuruh menemui wakil kepala sekolah tersebut. Sesampainya diruangan kepala sekolah saya bertemu dengan kepala kesiswaan dan ayah saya, paman saya, dan wakil kepala sekolah langsung berbincang-bincang sedangkan saya harus mengisi beberapa data untuk bersekolah disitu sempat saya mendengar percakapan mereka dimana wakil kepala sekolah tersebut meminta bantuan untuk membeli ambal dimushola dan ayah saya langsung memberikan uang kepada wakil kepala sekolah tersebut setelah itu ayah dan om saya berpamitan untuk menyelesaikan beberapa administrasi diluar setelah semua urusan tadi selesai kamipun pulang dan saya tetap bisa bersekolah disekolah tersebut. Meskipun menurut saya itu termasuk tindakan korupsi tetapi saat itu saya benar-benar ingin besekolah disana jadi saya beranggapan biasa-biasa saja saat itu.

Advertisements