Tags

Nama                           : Permata Sri Rahayu

NIM/Mata Kuliah       :1402045049 / Pendidikan Anti Korupsi

Sebagai mahasiswa semester dua di program studi Ilmu Hubungan Internasional, saya harus menempuh mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.Mata kuliah ini diempu oleh dua dosen yang sangat cantik yaitu Ibu Eni Faturachmi dan ibu Uni W. Sagena.Sejujurnya pada awal-awal menempuh mata kuliah ini saya sangat merasa ini merupaakan mata kuliah yang membosankan.Dikarenakan pada intinya pelajaran ini hanya tentang fakta bahwa kita tidak boleh melakukan tindak pidana korupsi.Namun, kenyatannya yang saya dapatkan jauh lebih banyak dibanding yang saya pikirkan sebelumnya.Hal ini membuat saya belajar bahwa ada makna-makna penting dibalik setiap hal kecil.

Dalam mata kuliah ini, ibu Eni kebagian jatah mengajar dalam fase pertama yang dilakukan sebelum UTS atau Ujian Tengah Semester.Saya sangat senang bisa diajar oleh beliau, pembawaan ibu Eni sangat tenang, kalem dan ayu, sehingga saya sangat mengagumi ibu dosen ini.ibu Eni mampu membuat mata kuliah ini menjadi tidak membosankan. Banyak inovasi-inovasi yang dilakukan ibu, mulai dari membuat karya seni yang menolak keras tindakan korupsi. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok dan dipersilahkan memilih jenis tugas apa, diantaranya ada yang membuat sticker yang mengkampanyekan sikap Anti terhadap tindak kejahatan korupsi. Teman-teman dari kelompok lain ada juga yang membuat gambar atau karikatur mengenai tindak kejahatan korupsi yang terjadi dilingkungan dekat kitta.

Dalam tugas ini, kelompok kami memilih untuk membuat video wawancara terkait tindak kejahatan korupsi.Kami turun kejalan, mewawancarai masyarakat dari berbagai kalangan.Ini pengalaman luar biasa bagi saya pribadi. Saya dan rekan-rekan sekelompok mewawancari pedagang kaki lima, mahasiswa akademi keperawatan bahkan siswa-siswa di Sekolah Dasar. Hasil dari wawancara ini mengejutkan, mereka semua sangat tidak asing dengan istilah korupsi karena terlalu seringnya menonton berita terkait tindak kejahatan korupsi yang dilakukan oleh petinggi negara ini.Dan kerennya, mereka semua seolah kompak mengatakan bahwa hukuman yang pantas untuk para koruptor adalah hukuman mati.Pada awalnya saya bergidik mendengar mereka dengan pasti mengatakan bahwa hanya hukuman tersebutlah yang pantas diberikan untuk seorang koruptor.Namun setelah mendapatkan pelajaran-pelajaran tentang korupsi, saya malah ikut mengaminkan hukuman yang mereka harapkan tadi.

Korupsi itu benar-benar memiskinkan bangsa.Ya, saya tau tentang hal itu, tapi tanpa saya sadari bahwa rakyat miskin, anak terlantar tak sekolah hingga rendahnya kesejahteraan rakyat Indonesia sedikit banyak difaktori oleh tingginya angka kejahatan korupsi di negeri ini.Dana yang seharusnya mereka alokasikan untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan nasional yang harus diratakan teralih justru kekantong pribadi dan golongan.Para petinggi negara hingga aparatur negara yang memiliki jabatan dan wewenang justru malah menyalah gunakannya.Mereka menggunakan amanat yang diberikan rakyat untuk memperkaya diri mereka dan golongan, bahkan ada yang melakukan tindakan nepotisme didalam instansi hingga seperti membentuk sebuah dinasti.

Korupsi menghancurkan moral bangsa.Ini yang benar-benar saya pelajari dari mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.Bagaimana, tindakan korupsi sebenarnya tidak hanya merugikan Indonesia secara materiil, namun juga secara moral.Banyak generasi kita yang “tergoda” ikut melakuakn tindakan korupsi.Kenapa?Dikarenakan hukuman untuk pelaku tindak korupsi di Indonesia tidak sebanding dengan keuntungannya.Seorang koruptor mampu mencuri uang negara milyaran hingga triliyunan rupiah, namun hanya dihukum sekitar 3-8 tahun paling lama.Saya belum pernah mendengar berita bahwa pelaku tindak kejahatan korupsi dihukum hingga 10-20 tahun penjara, apalagi hukuman mati.Saya memetik kesimpulan bahwa menurut saya seharusnya pimpinan kita diparlemen mulai merumuskan kembali revisi terkait undang-undang tindak pidana korupsi.

Dalam mata kuliah ini saya juga mempelajari bahwa ada banyak jenis-jenis korupsi, atau hal apa saya yang menentukan seseorang ini melakukan tindakan korupsi atau tidak. Saya mempelajari bahwa sangsi social sangat berperan dalam meminimalisir tindak korupsi.Sangsi social mulai dari dijauhi atau dikucilkan dirasa lebih efektif memberikan efek jera terhadap para pelaku tindak kejahatan ini.

Sementara setelah melalu Ujian tengah semester, mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi dilanjutkan oleh Ibu Unis. Sayangnya, pada hari pertama dengan ibu Unis saya tidak bisa hadir dikarenakan sakit. Yang saya dengar dari teman-teman kalau ibunya super asik.Dan itu terbukti saat saya masuk kelas dan menyaksikan sendiri bagaimana pembawaan ibu mengajar.Ibu Unis tidak kalah ayu dengan ibu Eni, yang membedakan keduanya hanyalah dari segi pembawaan. Ibu Unis lebih tidak kalem dibanding ibu Eni, dan saya sangat kagum dengan cara ibu membawakan mata kuliah ini.

Lagi-lagi saya dibuat berdecak kagum dengan inovasi yang dilakukan dosen yang satu ini.Dipertemuan waktu itu ibu mengadakan diskusi tentang bagaimana mencehag tindakan korupsi dilingkungan terdekat kita.Saya dan rekan-rekan diminta membuat essay tentang bagaimana mencegah korupsi dan solusinya. Essay itu akan dipresentasikan dan rekan-rekan dikelas bebas menanggapi pernyataan atau argument kami. Dalam diskusi ini ibu juga memberikan kebebasan bagi kita untuk mencalonkan diri sebagai moderator yang memimpin diskusi dan siapa yang ingin menjadi juru tulis alias notulensi.Saya belum mengambil kesempatan itu karena saya benar-benar ingin mempresentasikan essay saya.

Yang membuat saya terkejut lagi, ibu memberikan reward kepada kami-kami yang memiliki point lebih saat melakukan prsentasi.Namun, sayangnya saya belum bisa mendpaatkan point plus tersebut.Hal ini membuat saya menyimpulkan bahwa belajar dengan metode diskusi membuat kita termotivasi untuk mengambil kesempatan bicara dalam sebuah diskusi. Belum lagi reward yang diberikan semakin menambah motivasi kita untuk ikut menyuarakn pendapat hingga akhirnya bisa mengkritisi temann kami.

Saya benar-benar menikmati sesi diskusi ini karena teman-teman dikelas saya cenderung berani untuk menyuarakan pendapat hingga mengomentari essay-essay yang dibuat teman kami.Ini menimbulkan dinamika tersendiri sehingga akhirnya diskusi kami tidak berjalan dengan datar.Ada percikan emosi-emosi yang menyulut diskusi ini hingga kadang terasa panas namun benar-benar mendidik.Namun, terkadang saya kecewa karena masih banyak teman-teman yang bersikap apatis dan tidak perduli sehingga terkesan malas untuk menyuarakan pendapat mereka.Hal-hal seperti ini yang membuat variasi orang yang berbicara juga terkesan itu itu saja.

Tugas selanjutnya yaitu melakukan perjalanan dinas untuk wawancara ke instansi pemerintahan maupun parpol terkait korupsi. Tugas ini lagi-lagi dilakukan secara berkelompok dan tugasnya adalah melakukan interview terkait kasus korupsi yang pernah terjadi di instansi tersebut.Kita dituntut untuk kritis menarik keterangan tentang pernahkah ada kejadian tindak pidana korupsi diinstansi tersebut. Menurut saya tugas ini sedikit lebih menantang Karena pasti akan sulit menemui instansi pemerintahan yang mau diwawancara terkait korupsi. Korupsi merupakan isu yang sensitive di wilayah pemerintahan.

Kami harus melakukannya sesuai prosedur dengan pertama-tama membuat surat tugas dulu dan mengajukannya ke instansi yang dituju. Untungnya instansi tersebut tidak pelit dan membiarkan kami melakukan wawancara. Kami memilih Kantor Kamar Dagang Industri kota Samarinda sebagai instansti tujuan kami. Beruntungnya kami diberi kesempatan mewawancarai ketua KADIN langsung yaitu bapak H.Iriansyah Said M.BA.di kantor KADIN belum pernah terjadi tindakan korupsi dikarenakan mereka hanya merupakan kumpulan-kumpulan pengusaha atau pedagang yang berkumpul dibawah paying KADIN.

Memang cukup melelahkan karena kita harus membuat wawancara ini berupa video wawancara.Namun, sekali lagi ada hal besar yang dapat saya petik dari tugas ini.kita tidak hanya belajar untuk wawancara dan memahami korupsi. Namun kita juga mempelajari bagaimana untuk memasuki sebuah instansi dalam label menjalan tugas kuliah, bagaimana mengikuti aturan sesuai prosedur birokrasi di instansi tersebut. Dari tugas ini juga, saya mendapatkan pengalaman luar biasa yang saya namai teamwork. Karena bagaimana kita belajar untuk menyampaikan pendapat atau usulan dengan memikirkan aspek-aspek lain. Saya juga diajari bagaimana menekan ego karena kita tergabung dalam sebuah kelompok dengan tujuan yang sama. Benar-benar banyak hal selain korupsi yang bisa saya petik dari mata kuliah ini.

Tugas ini dibuat sebagai tugas akhir yang menceritakan bagaimana pengalaman kita dalam menempuh mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.Ini seperti mendapatkan diskon beli satu gratis satu, karena saya tidak hanya mendapatkan ilmu terkait korupsi dan segala factor pendukungnya, tapi juga mendapatkan pelajaran-pelajaran lain yang tidak tercantum dalam daftar mata kuliah yang bisa ditempuh. Teamwork contohnya, baik tugas membuat video dari ibu Eni maupun interview dari ibu Unis benar benar membuat kami saling menghargai pendapat teman, mengerti karakter teman dan melatih kesabaran serta mental jika ada sifat-sofat teman yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Saya sangat kagum dengan inovasi-inovasi yang dibuat oleh dosen-dosen cantik ini.Metode yang disuguhkan benar-benar berbeda, menempuh mata kuliah dengan santai namuun tetap mendapatkan ilmu yang dalam.Mata kuliah ini memang mudah, karena hanya menekankan bahwa korupsi merupakan bahaya laten bagi negeri ini. Namun, pada kenyataannya bangsa ini membutuhkan pendidikan anti korupsi dikarenakan banyak hal yang harus dipahami dari korupsi itu sendiri.

Sesungguhnya, korupsi bukanlah jalan pintas yang tepat untuk menjadi kaya ataupun populer. Korupsi hanya akan merusak moral bangsa, menggerogoti kekayaan norma bangsa ini dan menyengsarakan semua keturunan kita dimasa depan.

Lawan Korupsi, Berani Jujur!

Advertisements