Tags

NAMA              : NURRIN SOFIYAH

NIM                 : 1402045012

PRODI              : HI-A

TUGAS ANTI KORUPSI

Pada tanggal 22 April 2015, Ibu Unis telah memberikan kami tugas untuk mewawancarai instansi-instansi tentang Korupsi. Akan tetapi instansi yang paling diutamakan dan diusahakan untuk menjadi narasumber adalah dari instansi kepolisian, kejaksaan, partai politik. Tugas tersebut dikerjakan secara berkelompok. Dan kebetulan kelompok untuk mata kuliah Anti Korupsi telah dibentuk sebelumnya. Karena telah mendapatkan tugas berkelompok juga dari Ibu Eni. Kelompok kami yang bernama Against The Corruption terdiri dari 7orang yaitu : Hadijah, Indry PJN, Ni Putu Rizky, Nicky Nasda J, Nurlita Shafira, Nurrin Sofiyah, dan Versy Gita N. Dalam tugas ini kami harus membuat surat pengantar dahulu yang dibuat oleh Akademik Prodi Hubungan Internasional. Yang bertugas untuk meminta tugas tersebut ke akademik adalah Indry. Ia meminta surat tersebut pada tanggal 27 April 2015 dan mengambil surat tersebut pada tanggal 29 April 2015 serta meminta tanda tangan ke akademik dan TU setelah itu meminta stempel. Kami meminta 2 surat, satu untuk ke Dinas Pendapatan Daerah dan satunya untuk Partai Politik NASDEM.

Kami memulai mengerjakan tugas tersebut pada tanggal 29 April 2015 pada pukul 09:30 WITA saat mata kuliah Teori Hubungan Internasional selesai. Sebelum melaksanakan tugas, kami meminta tanda tangan Ibu Unis terlebih dahulu. Jadi, kami mendatangi beliau di Perpustakaan UNMUL. Lalu perwakilan dari kelompok ATC yaitu Nicky dan saya sendiri mendatangi beliau di ruangannya. Dan akhirnya kami mendapatkan tanda tangan  beliau. Segera kami berangkat ke tempat tujuan kami yang pertama adalah kantor DISPENDA. Setelah itu, kami sampai dan disambut oleh security. Karena kami merasa perlu, kami lalu memperlihatkan surat pengantar setelah itu kami diperbolehkan masuk ke dalam kantor. Ada resepsionis kantor tersebut lalu kami mendatangi untuk meminta izin. Mereka meminta kami untuk mengisi buku tamu. Kami memperlihatkan surat pengantar. Setelah itu, kita diberi memo untuk maksud menuliskan tujuan kami datang ke sana dan akan diberikan kepada pihak yang akan kita wawancari yaitu Ibu Nita salah satu orang SDM.

Bapak tersebut akhirnya pergi ke ruangan ibu tersebut yang berada di lantai 2. Setelah kami menunggu hampir 10/15menitan, bapak ‘resepsionis’ tersebut datang dengan membawa memo itu lagi. Beliau berkata bahwa Bu Nita baru saja keluar dan baru akan datang sekitar jam 1-an dan beliau menyuruh kami untuk datang kembali. Kami memutar otak, karena kami bukan hanya satu instansi saja yang akan kita wawancarai. Lalu kami bertanya kembali apakah ada staff lain yang dapat diwawancarai. Lalu bapak yang satunya entah siapa namanya menjawab bahwa kami tidak bisa sembarangan mewawancarai, bapak tersebut menjawab dengan nada sewot dan meremehkan kami. Setelah mendapatkan respon seperti itu kami akhirnya pergi dari tempat itu. Setelah berunding di parkiran kantor tersebut kami memutuskan pergi ke rumah Hadijah yang tidak jauh dari daerah tersebut  untuk membahas tempat instansi mana yang akan kita jadikan narasumber untuk menggantikan DISPENDA.

Sesampainya, kami berunding diruang tamu untuk menentukan tempat mana lagi. Akhirnya salah satu teman kami yaitu Hadijah berkata bahwa dia kenal orang-orang berada Di Kepala Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Santasi Kalimantan Timur. Setelah rasa lelah hilang, kami memutuskan untuk mendatangi kantor tersebut. Akhirnya kami sampai dan karena Hadijah yang mengenal orang dalam tersebut dialah yang meminta izin. Orang sana berkata bahwa ketuanya lagi keluar kota. Akhirnya kami memutuskan pada hari Jumat tanggal 1 Mei 2015 kami akan balik lagi.

Hari itupun telah tiba, kami membagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama yaitu Hadijah, Nicky, Nurlita, saya (Nurrin) dan Versy yang akan ke Kantor Pengembangan Air tersebut. Sedangkan kelompok 2 yaitu Ni Putu dan Indry yang ke Partai NASDEM. Kami kelompok 1 berangkat jam 9 menuju  kantor tersebut. Sesampainya disana, kami mendatangi staff sana dan staff tersebut berkata bahwa bapaknya sedang ada rapat kemudian kami menunggu diruang yang telah disediakan. Hampir 3jam kami menunggu akhirnya bapaknya datang menemui kami dan berkata bahwa bapaknya sedang ada urusan diluar sebentar, jadi kita musti menunggu kembali. Lagi-lagi kami musti menunggu lagi. Salah satu staff menghampiri kami berkata “Apakah kalian mempunyai surat pengantar?” kami semua baru ingat bahwa kami belum membuat surat pengantar untuk kantor tersebut. Akhirnya kami putuskan untuk ke kampus karena waktu jam kuliah sejam lagi mulai dan sekalian untuk ke akademik prodi HI untuk meminta surat pengantar juga. Salah satu teman kami Versy membuka aplikasi Line di hp dan melihat group yang kami buat di Line. Bahwa kelompok 2 yaitu Ni Putu dan Indry tidak berhasil mewawancarai kader Partai NASDEM hari itu juga. Jadi mereka putuskan untuk pulang. Kami (kelompok 1) telah berada di kampus. Kami memutuskan untuk membuat 2 surat pengantar untuk jaga-jaga. Satu untuk Kepala Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Santasi Kalimantan Timur dan satunya untuk Partai PERINDRO. Kami telah diberi saran dengan teman sekelas kami bahwa partai tersebut ketua kadernya ramah. Pada hari itu juga kami merampungkan surat pengantar dan meminta tanda tangan.

Pada hari senin tanggal 04 Mei 2015, setelah kuliah Sosiologi kami mutuskan untuk melanjutkan tugas wawancara kami. Kelompok 1 berangkat ke Kepala Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Santasi Kalimantan Timur. Setelah sampai, kami langsung menghampiri salah satu staff dan memperlihatkan surat pengantar tersebut. Akhirnya kami diperbolehkan. Tanpa buang waktu kami langsung memulai wawancaranya. Yang bertugas sebagai pewawancara adalah Nicky, yang merekam video adalah Hadijah, yang merekam lewat Recorder adalah saya sendiri dan notulennya adalah Versy dan Lita. Nicky mengajukan pertanyaan “Apakah di kantor ini pernah terjadi kasus korupsi” Beliau menjawab “Tidak” lalu Nicky mengajukan lagi “Bagaimana tindakan bapak dalam memerangi kasus korupsi di instansi bapak?” Beliau pun menjawab “Ya, saling mengingatkan satu sama lain antar karyawan disini. Mengingatkan kalau tindakan korupsi itu adalah dosa dan itu juga sudah jelas dilarang dalam Al-Quran” Merasa cukup puas dengan jawab beliau, kami pun menyudahi sesi wawancara tersebut. Kami berpamitan untuk pulang. Dan kami mendapatkan kabar bahwa kelompok 2(Ni Putu dan Indry) gagal mewawancarai Bapak kader NASDEM padahal mereka telah menjelaskan maksud dan tujuan mereka mendatangi bapaknya dengan jelas dan sopan akan tetapi direspon beliau dengan “Kenapa kalian nggak ke kantor (Markas Besar NASDEM) saja? Kan banyak tuh teman-teman dari partai lain, lagian enak juga kan kalau di kantor, lebih dingin, lebih leluasa kalau mau wawancara”. Akhirnya kami kelompok 1 memutuskan untuk langsung ke PERINDRO karena sejalur sama tempat kita sekarang. Setelah sampai kami disambut oleh bapak ‘resepsionis’ lalu kami memberitahu maksud dan tujuan kami dan memperlihatkan surat pengantar. Tanpa berbelit kami diperbolehkan dan kebetulan Ketua Kader yaitu Bapak Hamdani HB,SH. Kami dipersilahkan memasuki ruangan beliau dan menjelaskan dengan sopan maksud dan tujuan kami sambil bersalaman. Nicky yang bertugas mewawancarai beliau, langsung mengajukan pertanyaan “Apakah ada kasus korupsi di partai bapak?” lalu beliau menjawab “Tidak ada kasus korupsi yang terjadi sejauh ini di PERINDRO, karena salah satu faktornya adalah kami masih merupakan partai yang baru. Selain itu, karena setiap calon kader yang ingin berganbung ke dalam PERINDRO, harus diseleksi secara ketat. Tentu saja dengan melihat track recordnya selama berorganisasi dan riwayat hidup serta pekerjaannya”  merasa telah cukup mewawancarai bapaknya akhirnya kami berpamitan dengan bapaknya. Dan pada akhirnya kami lega telah menyelesaikan tugas kami ini. Karena kami telah melalui banyak tantangan dan penolakan secara tersirat oleh masing-masing instansi yang kami jadikan narasumber.

Advertisements