Tags

NAMA: NURLITA SHAFIRA

NIM    : 1402045019

KELAS: HI-A

Tugas Pendidikan Anti Korupsi

`Pada tanggal  29 april saya bersama teman- teman kelompok saya mendatangi Dinas Pendapatan daerah yang berada dijalan Mt.Haryono Samarinda, kedatanagn kami disana untuk melakukan tugas dari mata kuliah pendidikan anti korupsi untuk melakukan wawancara. Sesamapainya kami disana kedatangan kami disambut dengan baik oleh bagian informasi dan sebelum melakukan wawancara kami disuruh menunggu selang beberapa menit kemudian beliau yang mau kami wawancarai tidak ada, dan bapak salah satu penjaga bagian informasi menanya kepada kami tentang wawancara apa terus kami menjawab tentang korupsi kemudian bapak tersebut menjawab kalo disini harus mengguna kan surat resmi tidak boleh sembarangan. Tapi saya dan teman –teman telah menununjukan surat bahwasan nya kami melakukan wawancara tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pihak kampus kami, serontak kami bertanya-bertanya kenapa kami tidak boleh melakukan wawancara, kami pun pergi dengan sangat menyesal dan tidak suka dengan pernyataan bapak tersebut.

Pada tanggal 30 april setelah gagal melakukan wawancara di DISPENDA kami memutuskan untuk pergi ke PU bagian dinas sanitasi air dan lingkungan disana kami disambut dengan baik dari para pekerja disana yang sangat berantusias dengan kedatangan kami.Lalu kami melakukan sesi wawancara dengan bapak yang bekerja ditempat tersebut.dalam wawancara tersebt bapak itu memberi jawaban bahwa ditempat tersebut tidak pernah terjadi korupsi karena mereka melakukan prosedur-prosedur anti korupsi dikantor mereka terus juga saling mengingat kan satu sama lain. Kami tidak sempat untuk berfoto dengan bapak tersebut karna keadaan kantor sangat ramai sekali, padahal kami ingin sekali berfoto dengan beliau. Sebelum melakukan wawancara pihak kantor tersebut , kami sempat di tolak sebanyak dua kali karena kepala dinas nya tidak ada dan pada hari besoknya baru kami bisa melakukan wawancara dengan bapak tersebut pada tanggal 30 april tersebut.

Setelah selesai melakukan wawancara dengan pihak DINAS PU BAGIAN SANITASI AIR dan LINGKUNGAN. Kami pun melanjutkan dengan pergi ke salah satu partai baru yang bernama PERINDO pada tanggal  4 mei, sesampainya disana kami meminta ijin kepada penjaga di kantor partai tersebu bahwasan kami ingin meminta ijinuntuk melakukan wawancara setelah menunggu beberapa  menit kemudian kami di perbolehkan  untuk melakukan tugas wawancara kepada KETUA DWP PARTAI PERINDO BAPAK HAMDANI HB,SH. Sebelum melakuakan wawancara kami memberitahukan kepada beliau bahwasannya kami ingin melakukan wawancara tentang anti korupsi kemudian beliau sanagat berantusias dengan kegiatan wawancara ini. Dalam wawancara tersebut beliau menjelaskan tidak pernah terjadi korupsi di partai tersebut karena partai tersebut masih baru, tapi bukan berarti partai lama melakukan korupsi juga semua itu tergantung dalam sisteam kerja partai tersebut, menurut saya dan teman kelomp0k saya. Beliau juaga memmaparkan bahawasan nya unyuk menyewa dan membeli parlatan yang ada di PARTAI PERINDO tersebut juga memakai uang dari pribadi para pegawai tersebut dan beliau barharap tidak akan pernah terjadi korupsi dikantor tersebut.

Setelah melakukan sesi wawancara nya beliau pun bercerita tentang peran seorang perempuan dalam politik tidak hanya itu beliau pun meminta agar saya dan teman saya semua bisa berturut partisipasi dalam kegiatan politik. Partai Perindo ini juga unik soalnya dalam banner yang terpampang diluar kantor yang bertuliskan ada batu akiknya sontak saya dan teman saya ketawa bersama karena baru pertama kali ada partai yang yang menyongsong batu akik sebagai simbolnya. Didepan kantor juga terlihat ada bapak-bapak yang sedang menjajakan batu akik dari yang masih batu samapai yang sudah di asah, keren banget ni partainya  Setelah hendak pulang kami mengucapakan terimaksih kepada beliau karena sudah di beri kesempatan untuk mekakukan wawancara ini,  dan kami juga menyempatkan berfoto kepada bapak HAMID HUBAID sebagai wakil ketua kader anggota dan seksi, sesudah berfoto kami juga mengucapkan terimakasih.

Setelah selasai berfoto kami pun pergi dan pulang kerumah masing-msaing. Pada keesoknaya kami mengedit video kami agar menjadi menarik dan bagus, dalam mengedit foto kami di bantuin oleh teman sekalas kami yang bernama Hartomo dia yang udah ngebantuin saya bersama teman saya dalam mengedit video. Sebenarnya ada satu partai yang menolak kedatangan kami, saat teman saya hendak kesana kedatangan nya di sambut dengan baiik tapi lama-lama teman saya dibikin kesal karena beliau yang di partai NASDEM tersebut tidak mau melakukan wawancara. Padahal sebelum melakukan wawancara seminggu sebelumnya teman saya sudah mengadakan janji. Tetapi pada saat hari-h nya beliau malah tidak mau dan mengusir teman saya dengan cara yang tidak sopan dengan melakukan menutup pintu dengan keras dan menguncinya. Sontak teman saya terkejut apa yang diperlakukan beliau pada hari tersebut, dan teman saya pun pulang tanpa mendapat kan apa-apa. Tapi tidak apa-apalah karena kami sudah mewawancarai dua dinas sebelumnya yang mau untuk melakukan wawancara dari tugas kelompok mata kuliah yang diberikan kepada kami oleh dosen kami yang bernama ibu Unnis Sagena, terimaksih bu sudah mau memberikan tugas ini jadi kami dapat melihat reaksi pemerintah denagan sifat terbuka mereka terhadap mahasisawa yang ingin mewawancarai mereka tanpa mau menolaknya apalagi ini berkaitan dengan kasus korupsi.

Disini saya akan memperkenalkan anggota saya yang melakukan tugas kelpmpok yaitu  NURLITA SHAFIRA, NURRIN SOFIYAH, NICKY NASDA JUNITA,NI PUTU RIZKY, INDRY PJN,HADIJAH dan VERSY GITA NEISHA. Kelompok kami ini kami beri nama AGAINTS THE CORRUPTION yang beranggota kan 7 orang perempuan. Kami merupakan mahasiswa angkatan 2014 yang berjurusan HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS FISIP UNMUL. Dalam mata kuliah pendidikan anti korupsi ini buat saya pribadi sangat baik sekali karena dengan adanya mata kuliah ini diharapkan kaum pemuda pemudi Indonesia menjadi orang yang jujur. Diharapkan juga pendidikan anti korupsi ini bukan hanya diterapkan di Perguruan tinggi tetapi bisa juga diterapakan di taman kanak-kanak sampai SMA agar mereka dari dini untuk mencegah terjadinya korupsi suatu saat nanti.

Advertisements