Tags

ESSAY

 

Perjalanan Hari Pertama  :

 

Rabu, 29 april 2015     10:00

Kejaksaan provinsi Kalimantan Timur ….

 

Hari pertama survey tempat tujuan dimana kami akan melakukan wawancara adalah di kantor kejaksaan, dengan harapan mendapati ketua kejaksaan nya. Namun untuk menemui beliau bukanlah suatu hal yang mudah, semula kami kira dengan bekal surat tugas yang kami dapat dari akademik akan memuluskan jalan kami untuk menemui ketua kejaksaan tersebut.

Saat kami datang, kantor itu sangat sepi seperti bukan hari kerja. Kami menunggu sekitar 20 menit naik ke lantai atas dan kembali turun kelantai bawah, dan akhirnya kami menemui beberapa staf perempuan dikantor itu. Kami menghampiri beberapa staf perempuan tersebut, memperkenalkan diri dan memberitahukan tujuan kami. Setelah mengetahui tujuan kedatanagan kami adalah dalam rangka ingin menemui ketua mereka untuk diminta kerjasamanya dalam menyelesaikan tugas wawancara pendidikan anti korupsi, beberapa staf perempuan tersebut tidak memberikan respon apapun selain melemparkan kami senyum. Tapi salah satu staf perempuan lainnya datang menyapa, lalu kami memberikan surat tugas kami kepada staf perempuan tersebut lalu dia mengatakan akan memproses surat tugas kami dan akan menghubungi kami secepatnya jika surat tugas yang kami serahkan tersebut sudah dikonfirmasi ataupun disetujui, Karena pada saat itu ketua kantor kejaksaan tersebut sedang tidak ada ditempat, beliau sedang ada tugas di luar kota dan akan kembali besok ataupun lusa.

Hari selanjutnya yaitu hari Kamis, 30 april 2015, kami belum juga dihubungi mengenai konfirmasi atas surat tugas yang sudah kami ajukan. Beberapa kali juga kami menghubungi namun dengan sengaja atau tidak, tidak ada tanggapan mengenai niat baik kami untuk menghubungi pihak tersebut, kami mencoba datang kembali ke kantor kejaksaan tersebut, namun lagi-lagi kami mendapati pulang dengan tangan kosong tanpa hasil.

Merasa seolah-olah kedatangan kami tidak mendapatkan respon yang baik dari pihak kantor kejaksaan, kami mengganti tempat tujuan kami pada pilihan kedua yaitu di salah satu instansi birokrasi pemerintahan Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Kalimantan Timur.

Perjalanan Hari Kedua   :

 

Kamis, 30 april 2015    11:00

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur ….

Dihari kedua kami survey di tempat tujuan wawancara selanjutnya, kami masuk dan langsung bertemu dengan salah satu staf kesekretariatan. Staf perempuan dari bagian staf kesekretariatan tersebut menyambut kami dengan cukup baik. Beberapa anggota kelompok kami berusaha ingin bertemu dengan ketua KPU tersebut dengan meminta untuk diuruskan jadwal bertemu atau janji temu dengan ketua KPU tersebut. Namun staf kesekretariatan tersebut mengatakan bahwa ketua KPU yang kami cari sedang berada di Jakarta. Staf tersebut mengatakan untuk datang kembali pada hari senin.

Perjalanan Selanjutnya  :

 

Senin, 4 april 2015      10:00

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur ….

Dihari Senin, hari dimana kami dijanjikan bisa bertemu dengan narasumber kami, kami datang dan bertemu dengan ajudan ketua KPU tersebut lalu dibawa ke ruangan bapak ketua dan bertemu dengan bapak Muhammad Taufik selaku ketua KPU. Namun karena bapak Taufik harus menghadiri rapat mingguan dengan beberapa agenda penting yang harus dibahas, maka kami diminta menunggu di dalam ruangannya. Cukup lama kami menunggu beliau rapat, kami menunggu sekitar 1,5 jam.

Sekitar pukul 11.30 bapak Taufik telah selesai rapat dan langsung menghampiri kami. Sempat terlintas rasa tidak yakin apakah bapak ketua KPU tersebut mau diwawancarai atau tidak. Namun sangat tidak disangka, kedatangan kami disambut dengan hangat dan dengan tangan terbuka oleh bapak Taufik. Selama wawancara bapak taufik memberikan jawaban-jawaban yang sesuai dengan apa yang kami harapkan. Bapak Muhammad Taufik adalah seorang yang sangat membantu kami menyelesaikan tugas video/dokumentasi pendek wawancara kami. Untuk itu dengan ini, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kami utarakan kepada bapak Muhammad Taufik (Ketua KPU) atas partisipasi dan kerjasama nya dalam membantu menyelesaikan tugas kami dan membantu menambah wawasan untuk pengembangan mata kuliah pendidikan anti korupsi.

 

 

 

PART BY PART OF

SHORT VIDEO

Part pertama          ….

Dalam part pertama video ini adalah bagian pembukaan. Bagian pembukaan ini berisi informasi dimana tempat saya dan kawan-kawan melakukan wawancara beserta pengenalan nama narasumber dan jabatan narasumber dalam instansi terkait yang saya dan kawan-kawan datangi.

Part kedua             ….

Dalam part kedua ini adalah bagian isi dari video yaitu part wawancara interaktif yang saya dan kawan-kawan lakukan dengan narasumber. Wawancara interaktif tersebut berlangsung sekitar ± 2 jam yang setelah masuk dalam short video, dengan beberapa kali mendapatkan treatment oleh sang editor, lalu di compress menjadi hanya berdurasi 4 menit. Dalam wawancara tersebut saya dan kawan-kawan menanyakan beberapa pertanyaan, yang seperti berikut  :

  • Apakah pengertian dari korupsi ?
  • Apa factor yang menyebabkan timbulnya niatan untuk melakukan tindakan korupsi ?
  • Apabila salah satu karyawan melakukan korupsi, tindakan tegas apa yang akan bapak ambil untuk mengatasi masalah tersebut ?
  • Bagaimana strategi bapak dalam meminimalisir tindak korupsi yang kerap terjadi ?

Part ketiga             …

Part ketiga dalam video berisi sebuah part yang berjudul “fakta yang ditemukan”. Dalam part ini bapak Muhammad taufik selaku narasumber bercerita mengenai pengalaman teman beliau, yaitu bapak  Nur Tah yang sama-sama rekan sejawat nya dalam instansi Komisi Pemilihan Umum, yang bedanya bapak Nurtah ini menjabat sebagai ketua KPU daerah Balikpapan. Beliau bercerita bahwa rekannya tersebut pernah mengalami tindakan suap yang dilakukan oleh salah seorang caleg yang pada saat itu mendatangi nya dan meminta untuk bagaimana selisih 8 suara yang ia dapat itu bisa dimainkan agar ia bisa memenangkan pemilu tersebut sambil menyodorkan uang segepok. bapak Taufik bercerita bahwa pada saat rekannya itu melihat caleg tersebut menyodorkan uang kepadanya, ia terdiam sejenak lalu menolak uang tersebut sambil tersenyum dan berkata bahwa “uang saya lebih banyak dari uang yang anda tawarkan, silahkan bawa kembali uang anda”.

Dalam part yang menyuguhkan “fakta yang ditemukan” ini bertujuan untuk memberikan informasi bahwa dalam instansi ini tak jarang terjadi tindakan-tindakan yang merujuk kepada korupsi seperti suap yang sempat dialami oleh rekan narasumber dan kasus serangan fajar yang kerap terjadi dalam setiap pemilu yang akan berlangsung.

Part keempat          ….

Part keempat ini adalah part penutup. Part penutup dalam video, dikemas dalam bentuk quotes yang ringan namun menarik yang syarat akan maknanya yang dalam, dimana quotes tersebut dikutip langsung dari ucapan narasumber yaitu Bapak Muhammad Taufik yang berisi :

”orang bisa mengatakan ‘saya anti korupsi’ karena dia belum pernah duduk pada posisi yang dia rentan untuk korupsi,karena kalau di saat kita kaya dan sehat, lalu kita menolak uang?! Itu suatu hal yang biasa tapi pada saat kita di kondisi terpuruk dan kita bilang ‘TIDAK’ itu baru sippp”.  

Catatan Penulis          

 

 

Dalam video yang saya dan kawan-kawan buat semata-mata bertujuan untuk memberikan informasi terkait perihal  korupsi yang bagaimanapun kurang lebihnya video pendek tersebut telah dibuat sebaik dan semaksimal mungkin. Mengenai apa yang terdapat didalamnya serta pihak-pihak yang terkait didalamnya bukan dengan maksud apapun, melainkan murni untuk dijadikan proses pembelajaran di masa yang akan datang dalam pengembangan mata kuliah pendidikan anti korupsi.

Profil Penulis            

Nama                :      Nor Sa’adah

NIM                 :      1402045070

Status              :      Mahasiswa, semester 2

Ilmu Hubungan Internasional,

Fakultas ilmu social dan ilmu politik,

Universitas Mulawarman ‘2014.

ESSAY INI DITULIS UNTUK MEMENUHI TUGAS

Mata kuliah       :      Pendidikan Anti Korupsi

Dosen

Pengampu          :      Uni Wahyuni Sagena M.Si., Ph.D

Advertisements