Tags

Ni Putu Rizky Suastini

1402045016

Hubungan Internasional – A

HASIL JURNAL WAWANCARA

Hasil yang kami dapatkan dari jurnal kali ini adalah 3 dari instansi yang kami datangi hanya 2 yang bersedia menjadi narasumber kami untuk diwawancarai terkait korupsi, sedangkan satu instansi lainnya tidak bersedia kami wawancarai. Alasannya tidak jelas, yang kami lihat mereka seperti menutup diri dan berkeberatan sehingga mempersulit kami untuk bertemu dengan narasumber. Meskipun demikian, kami tidak berkecil hati sebab kami telah berhasil mendapatkan 2 hasil wawancara di 2 instansi berbeda. Yang pertama kami dapatkan dari Kantor PU atau Pekerja Umum dan yang terakhir adalah Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo. Pada Kantor PU kami berkesempatan untuk mewawancarai salah satu karyawan yang berkerja disana. Sebenarnya kami ingin ketua umum kantor PU yang menjadi narasumber kami tetapi beliau sedang menjalani berbagai kegiatan yang tidak dapat kami ganggu. Berbeda dengan kantor PU, di kantor DPW Partai Perindo kami berkesempatan langsung mewawancarai sang ketua umum disana, tepatnya Bapak Hamdani. Tidak berbelit-belit dan tidak dipersulit kami langsung bisa menemui beliau di ruangannya setelah mengisi serangkaian buku tamu. Saat masuk ke dalam ruangannya, beliau dengan ramah menyambut kami. Setelah berjabat tangan seraya memperkenalkan diri, menyebutkan darimana kami berasal dan menjelaskan tujuan kami, kami lalu memulai sesi pertanyaan. Dari pertanyaan pertama sampai yang terakhir di jawab pak Hamdani dengan lugas dan tegas, dan kami dengarkan dengan seksama.

Satu hal yang membuat kedatangan kami kesana begitu berkesan, mengapa demikian? Karna dengan senang hati pak Hamdani berbagi pengalaman serta pikirannya kepada kami, mahasiswa yang di anggapnya pantas mendengarkan nasihatnya tersebut. Beliau berkata bahwa pada saat ini dunia politik sangat kekurangan peran wanita, padahal wanita adalah salah satu peran yang juga tidak kalah pentingnya di dalam dunia perpolitikkan. Sudah saatnya kami, para generasi muda terutama wanita memberanikan diri untuk terjun ke dunia politik, menyampaikan aspirasi-aspirasi kami. Apalagi peran wanita ini sesungguhnya sudah tertulis pada Undang Undang Dasar bahwa 30% adalah hak wanita untuk ikut serta dalam dunia politik. Ketika sedang seksama mendengarkan, tiba-tiba teman kami Hadijah menyanggah perbincangan pak Hamdani dengan melontarkan suatu pertanyaan kepada pak Hamdani, “Tapi pak, umumnya wanita tidak dihargai seperti layaknya pria apalagi jika mereka ingin terjun ke dunia politik.” Pak Hamdani tersenyum dan menjawab, mereka akan sepenuhnya dihargai jika mereka bisa meningkatkan kualitas diri mereka sendiri. Berkaca dari proses terbentuknya batu akik. Bagaimana batu akik semula sebelum di olah hanyalah seonggok batu yang tidak menarik perhatian, sama saja dengan batu-batu yang lain pada umumnya. Tatapi lihatlah ketika batu tersebut telah mengalami beberapa proses, dikikir, di amplas, di gerindra. Banyak sekali orang yang berbondong-bondong mencari batu yang awalnya tidak berharga tersebut, bahkan rela membelinya dengan harga yang tidak biasa. Seperti itu lah seharusnya wanita-wanita Indonesia. Tidak ada yang tidak mungkin, jika mereka bersungguh-sungguh, menonjolkan kualitas dan kemampuan diri mereka. Pasti dengan secara otomatis mereka akan dihargai oleh orang lain. Beliau berpesan kepada kami, jika sudah lulus nanti jangan lah sibuk mencari pekerjaan karna menurut beliau lebih baik kami menciptakan lapangan pekerjaan atau memiliki usaha sendiri. Seraya menceritakan pengalaman pribadi bahwa beliau tidak pernah ingin di gaji, beliau berpegang teguh kepada prinsip hidup beliau bahwa lebih baik menganggur daripada di gaji oleh orang lain.

Banyak pesan dan kesan serta nasihat baik yang kami dapatkan dari sosok Pak Hamdani siang itu. Kami seperti mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yang pertama kami telah berhasil mewawancarai beliau itu artinya tugas mata kuliah Anti Korupsi kami pun selesai dan yang kedua kami mendapatkan pelajaran yang baik dari Bapak Hamdani.

Dengan adanya tugas ini pun kami menjadi semakin sadar bahwa Korupsi adalah hal yang harus di berantas sampai ke akar-akarnya. Kami sebagai generasi muda merasa memiliki tanggung jawab yang besar atas masa depan bangsa Indonesia. Generasi muda merupakan aset bangsa, yang menentukan mati atau hidupnya bangsa ini, maju atau mundurnya Negara ini, sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa di Indonesia ini kedepannya.

Belajar pada masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran kaum muda. Seperti pada peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang telah menggerakkan kesadaran generasi muda untuk bangkit dan berjuang melawan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda. Pada zaman sekarang, dan masa yang akan datang musuh yang harus dilawan generasi muda bukanlah penjajah lagi tetapi praktek korupsi. Mengikis korupsi sedikit demi sedikit dengan harapan suatu saat nanti korupsi dapat diberantas dari negeri ini, atau setidaknya dapat ditekan ke tingkat serendah mungkin.

Kami sangat bangga ketika mengetahui bahwa kami adalah angkatan pertama yang mendapatkan pelajaran Anti Korupsi sebagai mata kuliah wajib kami karna sebenarnya peran pendidikan dini Anti Korupsi sangat penting ditanamkan untuk mencegah tumbuhnya “Bibit Koruptor”. Pendidikan, merupakan salah satu penuntun generasi muda ke jalan yang benar. Pendidikan, sebagai awal pencetak pemikir besar, termasuk koruptor sebenarnya merupakan aspek awal yang dapat mengubah seseorang menjadi koruptor, atau tidak. Pendidikan juga, sebagai salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokrasi yang madani, dan sudah sepantasnya mempunyai andil dalam hal pencegahan korupsi. Jika KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan beberapa instansi anti korupsi lainnya menangkap para koruptor, maka pendidikan anti korupsi juga penting guna mencegah tumbuhnya bibit koruptor. Selain mencegah timbulnya bibit koruptor, pendidikan dini Anti Korupsi ini banyak memeberikan manfaat bagi kami. Manfaat-manfaat tersebut antara lain adalah:

  1. Membentuk karakter jujur. Mata kuliah Anti Korupsi sangat menyadarkan kami bahwa kejujuran adalah salah satu hal yang perlu ditanamkan mulai dari sekarang. Jika generasi muda mempunyai karakter jujur bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan pejabat pemerintah yang jujur. Kejujuran ini kami terapkan di kampus dengan tidak menitipkan absen jika terlambat atau berhalangan hadir. Tidak mencontek ketika ujian sedang berlangsung, tidak melakukan plagiarisme atau menciplak hasil karya orang lain demi kepentingan diri sendiri, tidak memalsukan nilai atau tanda tangan dan lain sebagainya. Dengan memulainya dari hal yang kecil, kami berharap kejujuran ini dapat kami tanamkan dan berkembang menjadi karakter yang kuat di dalam diri kami.
  1. Membentuk karakter disiplin, dan taat pada hukum yang berlaku. Bila seseorang disiplin, dan taat hukum maka perilaku korupsi bisa musnah dengan sendirinya. Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Kami sebagai mahasiswa sangat mengharapkan masa depan yang baik, dengan disiplin keberhasilan pasti akan mudah kami raih. Oleh karna itu, kepatuhan dan konsistensi diri untuk terus menerapkan nilai kedisiplinan di dalam kehidupan sehari-hari menjadi pegangan kuat bagi diri kami. Conoh hal yang dapat kami terapkan dari nilai kedisiplinan ini di lingkungan kampus adalah mampu mengatur waktu dengan baik sehingga tidak akan terlambat mengikuti mata kuliah, mematuhi seluruh peraturan dan ketentuan di kampus dengan baik seperti memakai pakaian rapi dan sopan sehingga jauh dari kesan urak-urakkan dan mengerjakan sesuatu tepat pada waktunya.
  1. Membentuk karakter peduli terhadap sesama. Nilai kepedulian kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang serta jiwa sosial yang tinggi sehingga selalu memperhatikan lingkungan disekitarnya dimana masih banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Manfaat yang kami ambil setelah mempelajari Pendidikan Anti Korupsi salah satunya adalah perlunya sifat peduli sesama agar kami terhindar dari bibit-bibit korupsi. Bila seseorang lebih mementingkan kepentingan bersama, maka dia tidak akan egois tentang kepentingan pribadinya.
  1. Membentuk karakter yang mandiri dan suka bekerja keras. Setelah mempelajari Pendidikan Anti Korupsi kami rasa kami sedikit telah melakukan suatu tindakan yang mandiri dan penuh dengan kerja keras. Suatu tindakan tersebut adalah proses kami ketika mengerjakan tugas Anti Korupsi mengenai wawancara. Kami berusaha semaksimal mungkin dengan didasarkan pada kebersamaan yang kami bangun, saling berkerja sama dengan membagi-bagi tugas tanpa mengharapkan bantuan dari kelompok lain. Dengan meningkatkan kualitas, kami berharap hasil kerja kami dapat memberikan manfaat kepada teman-teman kami yang lain. Selama proses pengerjaan tugas Anti Korupsi ini kami tidak akan mau memperoleh suatu hasil tanpa mengeluarkan keringat atau bukan hasil dari jerih payah kami sendiri.
  1. Meningkatkan perlunya rasa tanggung jawab akan suatu hal. Setelah memahami arti tanggung jawab kami berupaya menanamkan nilai tanggung jawab itu sendiri di lingkungan kampus dengan cara yang pertama belajar dengan sungguh-sungguh. Karna kami yakin belajar dengan sungguh-sungguh adalah suatu tanggung jawab kami kepada Tuhan, orang tua, bangsa dan negara. Yang kedua adalah dengan menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan.

Selain manfaat diatas kami juga mendapatkan pengalaman yang berharga dari tugas mata kuliah Anti Korupsi ini. Pengalaman bernegosiasi dengan para calon narasumber kami untuk bersedia menjadi narasumber kami, pengalaman kami bertemu dengan beberapa wakil masyarakat dan berbincang langsung dengan mereka, melihat bagaimana kinerja mereka, pengalaman kami membentuk kelompok dan bekerja sama dengan sebaik-baiknya. Karna tugas Anti Korupsi ini kami menjadi lebih tau mendalam mengenai korupsi, dampak yang ditimbulkan olehnya, dan cara kami menjauhi korupsi itu sendiri. Kami pun menjadi sadar dan mulai menerapkan nilai-nilai anti korupsi agar kami para generasi muda bisa menjadi generasi yang benar-benar berkualitas, menjunjung tinggi nilai- nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga keutuhannya. Generasi yang dapat dipercaya dan diandalkan untuk meneruskan pembangunan bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Menciptakan calon-calon wakil rakyat yang berintegritas tinggi, menanamkan sifat-sifat anti korupsi sehingga dapat menjadi wakil rakyat yang amanah.

Advertisements