Tags

Nama : M.Fauzi Andhoyo

NIM : 1402045036

Mata Kuliah : Anti Korupsi

Kelompok : Anti Corruption Team  ( ACT )

Pada tangga 29 April 2015 kami setuju untuk membuat tgas wawancara kami dengan pergi ke kantor Badan Pengawas Keuangan (BPK) yang ada di jalan M. Yamin. Saya pergi kesana bersama dengan teman-teman satu  kelompok menggunakan kendaraan sepeda motor. Setibanaya kami disana kami sempat ditanyain oleh satpam penjaga disana dan  mengatakan mau mewawancarai orang yang ada di kantor BPK , setelah di beri ijin kami masuk ke kantor BPK untuk memberikan surat pengantar ke resepsionis dan mengatakan untuk kembali lagi pada hari senin berikutnya untuk mendapat kan kepastian akan surat dan janji temu yang akan kami lakukan.

Pada hari senin berikutnya kami datang kembali ke kantor BPK perwakilan dari kami menemui dari staf HUMAS di BPK bernama Ibu Yulistiani, beliau  menginformasikan bahwa pimpinan BPK saat itu sedang ada tugas di luar kota. Jadi kami meninggalkan nomor handphone kami disana jika kalau ada peubahan jadwal dan kami dapat di infomasikan dengan segera dan bisa mendapatkan kesempatan untuk  mewawancarai.

Dihari yang sama kami juga memiliki rencana cadangan  misalkan dari BPk itu sendiri tidak ada kepastian lebih lanjut, dengan segera kami pergi berjalan menuju kantor Dinas pendidikan  kota  Samarinda dengan tujuan  yang sama yaitu mewawancarai pimpinan disana. Saat itu mungkin kami datang pada saat yang kurang tepat karena saat itu juga hari dimana sehubungan dengan dilaksanakan  ujian  nasional sehingga hampir semua staff disana sedang sibuk dan kami diminta datang dilain hari.

Karena sudah  mendekati hari dimana kami harus menyerah  kan  tugas, kami mnecari alternaltif lain dengan pergi mengunjungi instansi lain. Kami memutus kan  pergi menuju kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur, dan memeberitahukan maksud kami kesana kepada resepsionis yang saat itu mungkin seorang anak SMK yang sedang magang, dia mengatakan bahwa saat itu sang kepala kantor sedang rapat atau tidak bisa diganggu sehingga kami meninggalkan nomor telepon agar bisa saling berhubung dan akan diberitahukan  jika nanti permintaan kami akan  disetujui.

Setelah kami diberitahukan bahwa permintaan kami disetujuin oleh Badan Kepegawaian setelah ,jam kuliah selesai sekitar jam 11 kami pergi ke sana dengan bersepeda motor dan memewancarai salah satu pegawai yang menangi tentang anggota dan bertanya sedikit tentang apa yang bapak nya ketahui tentang apa saja yang berhubungan dengan korupsi yang ada disana, namun  hanya berberapa menit kami langsung dapat kesempatan bertemu dan mewawancarai sekretaris BKD dengan ditemani bapak tadi, kurang dari 1 jam kami telah selesai dengan wawancara kami dan mohn untuk undur diri dan  pulang.

Keluarnya kami dari BKD kami berkunjung kerumah Erni untuk memindah kan file dari BKD tadi dan sekaligus membicarakan tentang apa saja yang akan yang akan dimasukkan dalam video presentasi, saat itu Rahmat mendapat pesan bahwa kami sudah dapat mewawancarai  ke BPK di hari esok nya. Karena bingung  karena sudah melakukan wawancara dengan BKD saya menyerah kan keputusan ini kepada Gery selaku ketua untuk membuat keputusan untuk tetap melakukan wawancara dengan BPK  dan  memberitahukan bahwa wawancara akan dilaksnankan jam 9 pagi.

Saat malam hari saya mengatakan pada Rahmat bahwa saya tidak dapat hadir karena suatu hal yang tidak dapat ditinggal, yang ternyata selesai lebih awal. Saya menghubungi Rahmat bahwa sayaakan pergi kesana  karena wawancara nya diundur hingga sekitar jam 10:30 pagi. Sesampainya saya disana saya langsung ditanyai oleh satpam karena pakaian saya yang tidak menggunakan Almamater kampus, namun setelah menunjukkan KTM saya dipersilah kan  masuk dan  menemukan ada kelompok lain selain kelompok saya, yang ternyata adalah kelas HI B yang juga sedang menunggu untuk wawancara dan bergabung dengan kami dalam melaksanakan wawancara bersama BPK.

APA ITU KORUPSI?

BKD:

Korupsi itu banyak bentuknya, bisa waktu, bisa finansial juga. Kebetulan, kami disini pertama diterapkan disiplin, kita tidak korupsi waktu kita harus on time pada waktu datang dan pulang. Kita disini kan waktu kerjanya jam 7.30, apel pagi, jam 16.00 sudah pulang. Disini, manajemen waktunya sudah teratur baik, untuk pelayanan kita terhadap konsumen kita pegawai negeri agar birokrasinya tidak terlalu panjang disini, ada ruangan khusus untuk melayani yang namanya ruangan pelayanan. Biasanya 10 menit agar tidak membuang” waktu. Itu dari segi waktu. Dalam sisi finansial, kita disini ada yang namanya anggaran DPA yang sudah jelas terukur kebutuhan kita, peruntukan untuk apa ini bahkan sekarang sudah perencanaannya untuk 2016. Kami disini sudah terikat program dengan lembaga” sehingga kita selalu diaudit jadi, sekarang masih belum ada semoga tidak ada.

BPK:

Intinya korupsi itu adalah adanya penyalahgunaan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang seharusnya. Kami tidak bisa menjamin BPK bersih 100% dari penyalahgunaan korupsi. Pasti ada oknum-oknum yang melakukan secara sembunyi-bunyi maupun lainnya.

 BAGAIMANA MENANGANINYA?

BPD:

Misalnya kalau disini pake sistem fingerprint seperti di pemprov. Itu juga ada pergubnya apabila terlambat dipotong beberapa persen karena, kita pegawai dapat insentif. Karena menerima itu, kita dituntun untuk disiplin. Kalau tidak disiplin, ya dipotong. Wagub kita sekarang sangat ketat, disini dia sedang sidak. Disetiap lembaga pasti ada yang begitu, tergantung pimpinannya. Hukumannya sendiri tergantung perbuatannya. Misalnya, peringatan melalui surat hingga pemecatan. Istilahnya tidak mungkin jika pegawai santai saja tidak bekerja tapi tetap digaji, makanya kita mengawasi ini sehingga, kita secara tidak langsung mengamankan uang negara.

 

BPK:

Jikalau BPK ada melakukan penyimpangan missal dari instansi meminta membantu untuk menutupi hasil penemuan dari BPK. Namun, pengawasan di BPK sangat ketat sekali karena di tim BPK itu sendiri dalam melakukan pemerikasaan terdiri dari penanggung jawab, superfisor, pendali teknis, ketua tim, dan angota. Pada saat melakukan pemeriksaan dari penanggung jawab hingga anggota wajib melaporkan hasil setiap satu minggu atau dua minggu sekali. Tim harus melaporkan sampai mana pemeriksaan ke instansi-instansi daerah. Dengan ini artinyan bahwa pimpinan pusat sangat care terhadap bawahannya. Sehingga tim pemeriksa sangat hati-hati dalam melakukannya. Dari BPK daerah pun juga melakukan pencegahan dengan cara menurunkan penanggung jawab, superfisor, ketua tim turun kelapangan memantau para anggotanya dalam pemeriksa keuangan. Jadi, ruang untuk melakukan penyalahgunaan sangat kecil. Dan BPK telah memagari tim nya sedemikian rupa dari penyalahgunaan atau penyelewengan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan. BPK juga mencoba berbagai cara agar tim staff BPK tidak melakukan korupsi. Jika pun ada terjadi penyelewengan dalam BPK pun mepunyai semacam peraturan kepegawaian itu sendiri yaitu Peraturan Pemerintah 53 (PP53) berkaitan dengan sanksi kepegawaian. Sanksi itu ada urutan-urutannya dari sanksi ringan maupun sanksi berat yaitu pecat dan juga bisa kearah pidana. Misal kasus masalah dana abadi umat dan itu langsung di pecat karena terbukti ada penyelewengan dana.

BPK sudah didesain sedemikian rupa secara jelas dan ketat. Dan di BPK mempunyai bagian inspektorat yang fungsinya mengawasi kinerja staf BPK. Jika terjadi pelanggaran terhadap prilaku kita mendapatkan sanksi berupa kode etik. Tapi jika kita melanggar fungsi kepegawaian kita menerima sanksi PP53 Sanksi, PP53 dari sanksi ringan-berat. Selain dari inspektorat pengawasan internan berasal dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Dan juga BPK di awasi oleh BPK dari Negara lain contohnya kemarin tahun 2014 BPK kedatangan BPK AUSTRALIA ANAO, tahun 2013 dari Polandia langsung datang ke Samarinda. Jadi ini gambaran bahwa di lingkungan BPK sudah diawasi semua. Baru-baru ini pimpinan BPK membuat surat edaran yang isinya di harapkan staf BPK saling mengawasi satu dengan yang lain.

Kesimpulan

Dari hasil wawancara kami dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Kepegawaian Daerah seputar masalah korupsi, dapat diberi kesimpulan yaitu:

Korupsi adalah suatu perilaku menyimpang yang sesuai dengan aturan-aturan untuk kesenangan dan memperkaya diri sendiri yang berawal dari hal-hal kecil dan diremehkan seperti tidak tepat waktu, mencuri, dll.

Disetiap lembaga pemerintah berusaha agar para staf yang ada dilembaga tersebut tidak melakukan korupsi. Dengan cara membuat Undang-Undang atau peraturan yang ketat. Walaupun begitu, di setiap lembaga pemerintah tidak bisa lepas dari tindakan korupsi baik kecil maupun besar karena terkadang orang selau mencari celah dalam aturan yang ada.

Pendidikan Anti Korupsi sangat penting untuk ditanamkan di masyarakat Indonesia. Indonesia saat ini telah darurat korupsi. Korupsi di Indonesia saat ini masuk 10 besar Negara terkorup. Tindakan korupsi berawal dari hal-hal kecil. Sehingga pendidikan anti korupsi sangat penting ditanamkan ke masyarakt sejak dini agar masyarakat mengetahui hal-hal yang mengarah ke tindakan korupsi. Kita sebgaai Mahasiswa harus turut serta menjadi contoh bagi keluarga dan sekitar tentang budaya anti korupsi. Kita dapat menjadikan diri kita sebagai contoh dengan memberikan contoh nyata yang kita sendiri lakukan dan perbuat dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisements