Tags

NAMA : M. ADITYA WARDHANA           PRODI : HUB. INTERNASIONAL (A)

NIM : 1402045058                               MATA KULIAH : ANTI KORUPSI

Pada hari Senin tanggal 27 April 2015, kami kelompok Pemburu Tikus Berdasi berkumpul di kampus Universitas Mulawarman di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jam 10:00 kami mengambil Surat pernyataan izin keluar kampus untuk melakukan interview atau wawancara tentang korupsi. Tentu saja perjalanan kami ini tidak mudah ada senangnya dan ada juga kecewanya, senangnya itu wawancaranya terlaksanakan dengan cepat tidak ada batal-batalnya tetapi menunggunya itu lama juga bisa 1 jam atau 2 jam’an dan itu tidak masalah buat kami yang penting wawancara kami berjalan dengan baik dan lekas selesainya juga sedangkan perjalanan yang kami kecewakan itu ialah kami ketempat lokasi tersebut dan ingin bersiap-siap mewawancarai orang itu dan tetapi orang itu ada halangan dan jadi wawancara kami batal yang akhirnya kami menundukkan kepala dengan kecewanya sekali kami.

Perjalanan Pertama kami yaitu menuju Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda yang berada di jalan Slamet Riyadi Sungai Kunjang, ini perjalanan yang melelahkan dan mengecewakan kami kelompok Pemburu Tikus Berdasi dari kampus unmul ke kantor Polresta jauh sekali dan setiap di perjalanan kami selalu terjebak macet dan ada juga yang ketinggalan dari kelompok kami setiap di perjalanan pokoknya kami pusing sekali dengan cuaca yang sangat panas ini. Setelah berjalan melewati rintangan terik matahari itu, akhirnya kami tiba juga di Polresta Samarinda walaupun tiba kami belum senang juga karena kami belum melakukan interviewnya, sebelum memasuki kantor polisi tersebut kami meminta izin kepada penjaga yang ada di depan Polresta untuk melakukan interview tentang korupsi dan setelah mendapatkan izin dari penjaga itu kami mulai memasuki kantor itu dan mencari polisi yang dapat kami wawancarain dan disaat kami mencari polisi itu kami bertemu dengan Polwan dan kami bertanya apakah kami bisa mewawancarain ibu itu lalu ibunya menjawab tidak bisa dan ternyata kami harus disuruh membuat surat izin lagi di kantor polisi ini untuk melakukan interview atau wawancara tersebut. Kami melaksanakan apa yang disuruh ibu itu dan kami pergi ke tingkat dua polresta naik dengan menggunakan tangga setelah sampai diruangan dimana kami mau membuat surat izin itu dan kami meminta membuatkan surat izin itu dan bertanya jadi suratnya jam berapa dan jawaban yang kami dapat minggu depan surat itu jadi tentu kecewa kami mendengar jawaban itu dan akhirnya kami keluar dari kantor Polresta menuju ke parkiran motor tetapi kami tidak patah semangat masih ada kantor lagi yang kami tuju.

Perjalanan kedua kami yaitu menuju ke kantor Dinas Pekerjaan Umum yang berada di jalan Tengkawang tidak jauh dari Polresta Samarinda kami tiba juga di kantor tersebut, dan seperti biasa kami meminta izin kepada satpam yang jaga di depan dan dapat izin dari satpam itu untuk memasuki kantor Dinas Pekerjaan Umum. Setelah memasuki kantor itu kami menanyakan pegawai-pegawai di sekitar dimana kami dapat mewawancari pegawai yang tinggi jabatannya dan pegawai itu menyuruh kami memasuki ruangan itu kami lupa nama ruangannya dan akhirnya kami memasuki ruangan itu lalu kami bertanya pegawai di ruangan itu dan menjelaskan tentang keberadaan kami disini. Pegawai itu mengerti dan menyuruh kami untuk menunggu dikarenakan bapak yang kami ingin wawancarain ini lagi ada rapat dan setiap rapat itu kami melihat diruangan pintu bapaknya itu tebuka tetutup tebuka tetutup setiap orang-orang beda masuknya ada orang lain keluar ada orang lagi yang masuk, menunggunya cukup lama juga sekitar satu atau dua jam tetapi tidak apa-apa walaupun kami menunggu dengan sangat lamanya kami tidak patah semangat, setelah waktu menunggu sudah selasai kami diperizin untuk memasuki ruangan bapaknya lalu kami mewawancarain bapaknya dan iya menjawab dengan jelas sekali. Selesai mewawancarain kami berterima kasih banyak kepada bapaknya sudah dapat bisa meluangkan waktu untuk di wawancarain walaupun bapaknya sangat sibuk sekali dan selesai mewawancarain kami keluar dari ruangan bapaknya dan lalu keluar juga dari kantor Dinas Pekerjaan Umum. Betapa senangnya kami sudah dapat mewawancarain, ini adalah perjalanan yang kami senangi walaupun menunggunya lama juga tetapi ini pengalaman yang sangat luar biasa yang kami dapat.

Senin tanggal 4 mei 2015, kami di terima oleh bapak Bambang susilo di ruangan TIPIKOR. Kami menanyakan beberapa pertanyaan buat bapak Bambang, yaitu; menurut bapak korupsi itu apa, bagaimana cara mengurangi korupsi, faktor yang menyebabkan korupsi, hukuman apa yang pantas buat pelaku korupsi, dan yang terakhir penting tidak pendidikan Anti Korupsi terhadap generasi muda. Dan bapaknya bercerita bahwa korupsi itu adalah suatu tindakan perbuatan melanggar formil dan meteril yang berdampak merugikan Negara. Formil misalkan bantuan hibah, suatu organisasi diberikan hibah oleh pemerintah, namun tidak dikerjakan. Proposal yang dibuat adalah tentang penghijauan namun yang dikerjakan tidak sesuai apa yang ada di proposal . Faktor yang mempengaruhi adalah dar diri masing-masing, niat dari awal adalah sikap dan tindakan , moral yang kurang faktor yang paling mempengaruhi adalah pengawasan dari dalam. Bantuan yang diberikan harus diawasi terus, buat apa sih? Bebar-benar tidak digunakan sesuai apa yang diajukan menanggulang korupsi, satu pengertian korupsi ditanamkan dari tingkat SD sampai Mahasiswa. Dari moral dan sisi agama. Jangan didepankan cuma intelektual saja, ada tiga kekuatan yaitu, intelektual, spiritual, emosional. Spritual harus didahulukan dari pada intelektual supaya ada faktor penguasaan dari dalam dirinya sendiri. Hukuman untuk para korupsi, sesuai apa yang dikorupsikan apabila mengkorupsi 500 juta harus kembali juga 500 juta, supaya jeru harus diberikan hukuman penyitaan asset-asset yang dia punya. dan hukuman pengasingan juga bisa diterapkan contoh kasus seperti penyucian uang untuk menyembunyikan uang korupsi. Dan pertanyaan terakhir Penting tidak sih Pendidikan anti korupsi, menurut bapaknya penting sekali karena dari bibit-bibit awal itu lah kita bisa mengajarkan pentingnya untuk tidak korupsi dan belajar untuk jujur dan selalu berusaha untuk menggapai sesuatu dengan cara yang halal, jangan setelah sudah beranjak dewasa baru kita ajarkan anti korupsi. Ditanamkan itu iman, taqwa, serta moral yang benar untuk berbuat jujur dan tidak melakukan korupsi. Kita sebagai mahasiswa pengganti yang sudah tua ini, berusahalah jujur mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar bekerja keras, usaha dan jangan lupa berdoa untuk membentang diri untuk tidak melakukan korupsi dan selalu ingat kepada Tuhan, karena korupsi itu bukan karena niat dari pelakunya, namun adanya kesempatan yang membuat mereka korupsi. Intinya kita harus jauhin, hindari, dan laporkan apabila ada yang melakukan pidana korupsi.

Advertisements