Tags

Nama: Firanty Maulidani Ansori

Nim: 1402045007 Hubungan Internasional A

Tugas : Essay Video, kesimpulan, Perjalanan

Senin tanggal 4 Mei 2015, kami di terima oleh bapak Bambang Susilo di ruangan TIPIKOR. Kami menanyakan beberapa pertanyaan buat bapak bambang dan pak bambang bersedia memberi jawaban berserta alasannya

  1. Menurut bapak korupsi itu apa
  2. Gimana cara mengurangi korupsi
  3. Faktor yg menyebabkan korupsi
  4. Hukuman apa yg membuat pelaku korupsi jera
  5. Penting tidak pendidikan ankor terhadap generasi muda

Isi Video Wawancara:

Menurut pak bambang korupsi adalah tindakan perbuatan yang melanggar formil dan materil yang dapat merugikan Negara. Korupsi adalah merampas, mencuri hak orang lain. Seperti contohya Formil misalkan bantuan hibah, suatu organisasi diberikan hibah oleh pemerintah, namun tidak dikerjakan. Proposal yang dibuat adalah tentang penghijauan namun yang dikerjakan disesuai apa yang ada di proposal. Factor yang mempengaruhi adalah dari diri masing-masing, niat dari awal adalah sikap dan tindakan , moral yang kurang. Factor yang paling mempengaruhi adalah pengawasan dari dalam.diri kita.  Ada 2 faktor yang menyebabkan korupsi, internal dan eksternal. Internal adalah dari dalam dirinya, sedangkan eksternal faktor dari luar misalnya pengaruh dari lingkungan yang tidak baik. biasanya faktor gaya hidup, sikap dan tindakan  yang membuat mereka melakukan apapun demi uang tanpa mau berusaha dan bekerja keras mereka menggunakan jabatan mereka untuk meraih uang sebanyak-banyaknya. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah harus benar-benar diawasi agar tidak terjadi korupsi di setiap instansi.  menanggulangi korupsi, dengan cara  pengertian korupsi ditanamkan dari tingkat SD sampai Mahasiswa. Dari moral dan sisi agama , jangan didepankan Cuma intlektual aja, ada 3 kekuatan, intlektual, spritural, emosional. Spritural harus didahulukan dari pada intlektual, supaya ada factor pengawasan dari dalam dirinya sendiri. Hukuman untuk para koruptor misalnya dia mengkorupsi 500 juta, usahakan dia harus mengembalikan 500 juta tersebut. Ada hukuman fisik, misalnya dipenjara dan penyitaan terhadap semua aset yang dia punya. Sebelum kita menangkap koruptor kita harus melakukan penyeledikan dan bukti yang lengkap baru bisa menangkap para pelaku korupsi. Menurut bapaknya pendidikan anti korupsi itu penting karna dari bibit-bibit awalah kita bisa mengajarkan untuk tidak korupsi, pentingnya kejujuran  menciptakan rasa bersyukur, ditanamkan iman dan taqwa kepada generasi muda agar pentingnya usaha untuk tidak korupsi.

(Tambahan sedikit)Kewenangan Polri diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI dalam pasal 14 Huruf G, bahwa “Kepolisian Negara RI bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana  sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan undang-undang lainnya” . menurut saya jika dikaitkan dengan tipikor ini, polri memiliki peran dan andil besar dalam mencegah merebaknya tipikor  ini. Apalagi polri adalah elemen penting untuk menjebatani antara masyarakat dan pemerintah.

Kesimpulan

Menurut saya sendiri korupsi itu adalah perbuatan seseorang yang memakai uang/fasilitas tanpa aturan yang jelas dan masuk dalam kantong mereka masing-masing dan yang jelas dapat merugikan Negara dalam jumlah yang tidak sedikit. Mereka menggunakan kekuasaan/jabatan mereka untuk mengambil duit Negara. Mereka tidak mau usaha dan bekerja keras untuk mendapatkan uang yang halal. Mereka tergiur dengan uang yang ada didepan mereka tanpa memikirkan rakyat yang masih belum makan, yang masih tidak sekolah, yang masih tidur dijalan. Bentuk Korupsi ada Penggelapan,Pemerasan dan gratifikasi.Korupsi adalah penyimpangan. Pengertian korupsi itu sendiri adalah kebusukkan. Keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian yang merugikan Negara. Korupsi akan terus berlangsung selama masih terdapat kesalahan tentang cara memandang kekayaan sistem politik yang masih “mendewakan” materi dapat “memaksa” terjadinya permainan uang dan korupsi.

Mengutip faktor internal dan eksternal yang menyebabkan korupsi dari Iso Wahyudi

Faktor Internal:

  1. Sifat tamak manusia
  2. Moral yang kurang kuat untuk menghadapi godaan
  3. Gaya hidup yang konsumtif/berlebihan
  4. Tidak mau bekerja keras

Faktor Eksternal:

  1. Kurangnya keteladanan dan kepemimpinan elite bangsa
  2. Rendahnya gaji PNS
  3. Lemahnya komitmen dan konsisten penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan
  4. Lemahnya keimanan, kejujuran, rasa malu, moral dan etika.

Dan ada 9 Nilai Anti korupsi yang saya kutip dan saya tambahin sedikit dari ibu Uni Sagena

  1. Kejujuran yang selama ini mulai hilang
  2. Kepedulian yang sekarang sudah banyak tidak terjadi dan malah bersifat apatis
  3. Kemandirian yang kurang, maunya serba praktis
  4. Kedisplinan yang sekarang jarang
  5. Tanggung jawab yang mulai luntur, malah kesannya lepas tangan habis berbuat
  6. Kerja keras yang jaman sekarang pengen cepat punya uang tapi malas-malasann
  7. Keberanian untuk berkata tidak pada korupsi dan hidup apa adanya
  8. Sederhana hidup sesuai dengan yang dia punya
  9. Keadilan

Kalau kita melaksanakan semua yang ada diatas, punya prinsip untuk jujur dalam segala hal dan hidup sederhana insya allah kita tidak akan melakukan korupsi. “KORUPSI” LAWAN! LAWAN! LAWAN!

 

 

 

 

 

 

PERJALANAN

Pada tanggal  Senin 27 April 2015 kami yang beranggotakan 8 orang sudah stay dikampus untuk melengkapi surat-surat yang akan kami bawa untuk melakukan wawancara. Dan kelompok kami memilih 2 instansi yaitu Kepolisian dan DPU. Namun kita dahulukan ke kepolisian. Pada hari itu kami kesana, disambut dengan cepat dan sesampai nya diruangan kasi bagian kasus dibilang surat-surat kami harus dimasukan dulu ke kasi umum untuk disetujuin dll. Jadi kami mengikuti prosedur yang telah di bilang oleh bapaknya. Dan kami pun ke kasi umum untuk mengantar surat pengantar yang telah disetujui fakultas dan ibu unis. Dan surat kami pun diteruma, dibilang besok baru kesini lagi buat ambil surat.dan kami pun ke DPU untuk mencoba wawancara dan hasilnya positif. Namun saying pertanyaan kami kurang maksimal karna bapaknya Cuma punya waktu 2 menit dan disitu kami berpikiran untuk menjadikan satu videonya.  Dan kami pun keluar dan pada balik kerumah masing-masing karna kebetulan tidak ada jam kuliah lagi sehabis ini.

Pada tanggal Selasa 28 April 2015 kami tidak ke polisi karena ada jadwal kuliahnya yang jam nya saling berdekatan, hujan deras melanda samarinda . Dan kebetulan dari pihak polisi belum konfirmasi

Pada tanggal Rabu 29 April 2015 dan pada hari ini walaupun hujan gerimis-gerimis kami pergi ke kantor polisi pas jam kuliah Ankor yang kebetulan kosong  untuk menanyakan surat kami, dan hasilnya pun surat kami belum ditanggapi dan disuruh untuk kembali lagi nanti.

Hari kamis, jumat pun kami tidak kembali ke kantor polisi karena belum mendapat konfirmasi dari pihak sana

Pada Tanggal Senin 4 Mei 2015 kami kembali lagi kekantor dan dengan kagetnya polwan yang kemarin janji konfirmasi bilang, maaf dek suratnya tececer dan gak tau kemana sebentar di carikan dulu. Dan kami menunggu dengan harap-harap cemas soalnya kami berikan yang asli. Takutnya hilang dan itu udah H-2 ankor. Kami menunggu disuruh kesana kesini dan akhirnya surat kita dapat dan kami disuruh ke bagian TIPIKOR(TINDAK PIDANA KORUPSI) dan akhirnya kami pun wawancara dengan bapak bambang. Namun sayang ruangan bapaknya terlalu banyak orang yang lagi beraktifitas jadi waktu kami rekam suaranya tidak terlalu kedengaran. Tapi kami bersyukur sudah melakukan wawancara dan dapat Menyelesaikan Tugas Terakhir Ankor dengan cukup baik. Terima kasih kepada Ibu Uni Sagena yang telah membimbing kami dan memotivasi kami untuk semangat dan mengajarkan kepada mahasiswa untuk tidak korupsi yang berawal untuk tidak menitip absen.

Advertisements