Tags

Nama   : Jurmin

Nim     : 1402045011

Prodi   : Hubungan Internasional

Pengalaman pribadi mengenai korupsi.

Apa itu korupsi ?.. saya yakin kita semua tentunya pernah mendengar bahkan melakukannya baik secara sadar maupun tidak sadar. Contoh paling sederhana adalah korupsi waktu dan lain sebagainya, berbohong adalah awal yang menjadikan seseorang melakukan korupsi, mencuri hal-hal kecil seperti mengambil pulpen ditempat kerja atau tidak mengambalikan uang kembalin kepada orang tua saat di suruh belanja juga merupakan tindakan korupsi. Sebelum belajar mengenai pendidikan anti korupsi saya tidak begitu mengerti apa sebenarnya korupsi dan ternyata setelah belajar mengenai anti korupsi ini baru saya benar-benar paham mengenai apa korupsi itu dan contoh-contoh kecilnya dalam masyarakat.

Setelah belajar mengenai anti korupsi, kini saatnya unuk saya mempraktekkan, karena tidak cukup hanya belajar atau mengetahuinya tetapi kita harus melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Suatu bangsa akan menjadi bangsa yang baik apabila orang-orang didalamnya tidak korup, artinya mereka memiliki rasa tanggung jawab dan berhati jujur. Saat ini saya juga berusaha untuk menjadi pribadi yang jujur dan tidak korupsi supaya bisa menjadi contoh dan bisa memberikan manfaat yang baik bagi bangsa dan negara ini.

Berbicara mengenai korupsi tentu ada banyak sekali pandangan yang berbeda-beda. Ada yang memberikan pengertian korupsi menurut pandangan secara tingkat kenegaraan, ada tingkat perusahaan atau instansi ataupun mengenai korupsi dalam hal yang lebih kecil. Setelah mendapatkan tugas dari dosen yang mengajarkan pendidikan antikorupsi saya dan teman-teman melakukan beberapa wawancara dengan beberapa orang dan instansi mengenai apa itu korupsi, berikut ini adalah salah satu hasil wawancara saya bersama teman-teman kepada salah satu instansi yang ada di kota samainda, instansi yang kami wawancarai adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Kami awalnya memilih Partai Gerindra karena lewat data yang kami telah baca bahwa Partai Gerindra merupakan salah satu partai politik terbersih di Indonesia selain Partai Hanura. Dan kami ingin mewawancarai salah satu petinggi Partai Gerindra di Kalimantan Timur mengenai pendapatnya tentang korupsi yang ada di Indonesia dan tips untuk menangkal korupsi seperti yang dilakukan dalam partainya, sehingga kami sepakat untuk memilih Partai Gerindra sebagai rencana utama untuk di wawancarai. Lalu untuk rencana cadangannya kami memilih KNPI karena kami ingin melihat penilaian tentang kasus korupsi yang ada di Indonesia lewat sudut pandang organisasi kepemudaan karena notabene pemudalah yang di masa mendatang yang akan memegang kendali roda pemerintahan di Indonesia.

Pada saat jam pelajaran Pendidikan Anti Korupsi, kami pergi menuju ke kantor DPD Gerindra yang berada di Perumahan Villa Tamara di Jalan A.W Syahranie. Dan karena kantor KNPI Provinsi Kalimantan Timur juga berada di Jalan A.W Syahranie dan dekat dengan kantor DPD Partai Gerindra sehingga kami juga sekalian mendatangi kantor KNPI untuk membuat janji untuk melakukan wawancara. Setelah selesai kuliah jam 8.00 sampai 9.30 kami pergi ke instansi yang ingin kami wawancarai dengan tujuan untuk terlebih dahulu membuat janji dengan pemimpin yang ada di instansi tersebut. Kami terlebih dahulu mendatangi kantor KNPI, dan kami tiba disana sekitar pukul 10.00 wita namun kami tidak mendapatkan satupun pengurus berada di kantor dan disana ada seseorang yang mengatakan bahwa biasanya pengurus KNPI baru datang sekitar tengah hari atau jam 12 ke atas baru datang ke kantor. Mendengar penjelasan itu kami lalu melanjutkan perjalanan kami menuju kantor DPD Partai Gerindra dan jaraknya cukup dekat dari kantor KNPI yang pertama kami datangi, dan saat kami tiba disana kami juga menemui hal yang sama seperti yang kami temui di kantor KNPI yaitu belum ada satupun petinggi partai yang ada dan penjelasan yang sama juga disampaikan oleh seorang petugas di Partai Gerindra bahwa para petinggi partai biasanya baru datang selepas siang hari sama seperti yang terjadi di KNPI. Sehingga kamipun harus terlebih dulu kembali ke kampus karena ada jam kuliah Pengantar Statistika dari jam 11.20 sampai jam 12.50. Dan setelah selasai jam kuliah kamipun kembali ke kantor KNPI dan kantor DPD Partai Gerindra karena waktunya juga sesuai dengan perkiraan kami bahwa para pemimpin di kedua instansi tersebut kemungkinan besar sudah datang karena sudah lepas tengah hari seperti yang disampaikan oleh seorang karyawan di kedua instansi tersebut. Dan kami pertama kembali mendatangi KNPI dan benar saja bahwa salah satu pengurus KNPI sedang berada di kantor tetapi para pemimpin utama KNPI tetap tidak berada di kantor. Namun kami tetap bertemu dengan seorang pengurus KNPI itu yang juga ternyata adalah salah satu dosen yang mengajar di program studi Hubungan Internasional dan setelah kami menjelaskan tujuan kami kepada bapak tersebut, kemudian bapak itu setuju dengan rencana kami dan beliau membuatkan janji untuk kami dapat bertemu dengan salah satu pemimpin di KNPI yaitu Wakil Ketua I karena Ketua KNPI sedang berada di luar kota. Dan akhirnya kami mendapatkan janji untuk melakukan wawancara dengan Wakil Ketua I pada hari kamis tanggal 7 Mei 2015 jam 1 siang. Lalu kami melanjutkan perjalanan kami ke kantor DPD Partai Gerindra dan salah satu pemimpin Partai Gerindra juga ada di kantor dan kami menjelaskan maksud kedatangan kami dan beliau sebenarnya sudah mau pulang sehingga dia mau di wawancara hari itu dan meminta kami untuk melakukannya dengan cepat. Namun karena rencana awal kami hanya ingin membuat janji saja sehingga kami tidak memiliki persiapan dalam melakukan wawancara dimulai dari bahan pertanyaan, siapa yang menjadi pewawancara dan peralatan kamipun belum siap sama sekali dan kami meminta kebijakan dari bapaknya untuk melakukan wawancara pada hari senin siang namun bapaknya terkesan ingin menolak kami secara halus karena beliau berkata bahwa beliau bersedia di wawancara pada hari senin bila cuaca tidak sedang hujan atau gerimis karena beliau beralasan akan melakukan kerja bakti membersihkan jalan Antasari bila cuaca hujan. Mendengar pernyataan beliau yang menurut perasaan kami masing-masing seakan-akan mau menolak kami dalam melakukan wawancara, maka kami mengambil keputusan hanya akan mewawancari yang jadwalnya sudah pasti saja yaitu mewawancari Wakil Ketua I KNPI Provinsi Kalimantan Timur pada hari kamis jam 1 siang.

7 Mei 2015 kami pergi ke kantor KNPI pada jam 1 siang dengan terlebih dahulu mempersipakan bahan pertanyaan yang ada serta konsep dari wawancara yang akan kami lakukan dan kami akhirnya tiba di kantor KNPI tepat jam 1 siang namun bapak yang akan kami wawancarai belum datang sehingga kami harus menunggu di dalam kantor KNPI. Di kantor KNPI kami diterima dengan baik dan hangat oleh salah seorang pengurus yang ada di kantor tersebut dan sambil menunggu bapak Wakil Ketua I KNPI datang kami berbincang-bincang santai dengan salah satu pengurus KNPI yang menerima kami di kantornya. Beliau bertanya maksud dan tujuan kami datang ke KNPI dan beliau mengapresiasi kami karena kami mau meminta pandangan terkait korupsi dari sudut pandang oraganisasi kepemudaan dan memang hanya kami kelompok yang mewawancarai organisasi kepemudaan. Beliau bertanya kepada kami berasal dari daerah mana saja dan kami sedikit berbincang tentang korupsi yang ada di Indonesia khususnya yang berada di daerah Kalimantan Timur dan juga beliau ada bercerita tentang kondisi yang sebenarnya sedang terjadi konflik kepentingan di lingkungan internal KNPI sehingga terjadi dualisme kepengurusan di KNPI sehingga seperti yang kami dengar di berita memang sedang terjadi konflik di internal KNPI dan kami bisa mendapatkan penjelasan secara langsung lewat salah satu pengurus KNPI sendiri. Dan kami berbincang cukup banyak hal namun bapak yang akan kami wawancarai belum juga datang hingga bapak yang membuatkan janji kami untuk bertemu dengan Wakil Ketua I KNPI itu yang gantian menemani kami sambil menunggu dan kami juga berbincang banyak hal terutama tentang mata kuliah di program studi Hubungan Internasional karena bapak tersebut juga merupakan seorang dosen di prodi HI. Melalui perbincangan dengan bapak tersebut kami menjadi menjadi lebih memahami tentang materi di mata kuliah teori HI dan juga tentang materi yang telah kami terima di semester 1 dan juga kami ada sedikit membahas tentang materi yang kira-kira akan kami terima di semester 3 ke atas dan juga beliau memberikan kami beberapa tips dalam kami berkuliah di fisipol terutama tentang hal-hal yang berkaitan dengan Hubungan Internasional. Tak berapa lama kemudian sang Narasumber yang Kami tunggu akhirnya tiba di lokasi. Sang Narasumber tersebut bernama Bapak Arif Rahman Hakim. Bapak Arif Rahman Hakim ini menjabat sebagai Wakil Ketua I pada KNPI Provinsi Kalimantan Timur. Pendapat sang Narasmuber mengenai Korupsi yang terjadi di Indonesia?

  1. Sejak Kapan Pendidikan Anti Korupsi sebaiknya di ajarkan?
  2. Apakah pernah terjadi tindakan Korupsi di lingkungan Instansi KNPI?
  3. Strategi apa yang paling tepat untuk menekan tindak korupsi?

Untuk pertanyaan pertama Sang Narasumber menjawab “Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah dalam tahap yang Kronis, bahkan sudah seperti menjadi Budaya, walaupun sebetunya Korupsi ini bukan bagian dari Budaya dari Bangsa Kita,”. Dalam Pertanyaan kedua, Beliau berpendapat “Seharusnya Pendidikan Anti Korupsi harus diajarkan sejak dini, bahkan seharusnya diajarkan sejak bangku Taman Kanak-kanak dan Beliau juga menyayangkan kenapa Pendidikan Anti Korupsi baru diajarkan ketika di jenjang Kuliah,Namun tetap Beliau mengapresiasi Kami karena saat sekarang ini sangat sedikit Pemuda yang mau memberi perhatian terrhadap Pendidikan Anti Korupsi.” Pertanyaan Ketiga mengenai apakah pernah terjadi tindak Korupsi di lingkungan KNPI, Beliau menjawab “Selama KNPI berada di Provinsi Kalimantan Timur ini belum pernah terjadi tindakan Korupsi,” dan untuk Pertanyaan keempat Beliau mengatakan” Strategi sehingga KNPI tidak pernah terjadi Korupi ialah manajemen yang baik dan transparan. Ketika Manajemen yang dilakukan oleh suatu Organisasi itu baik, tepat, dan transparan maka tindak Korupsi itu bisa dikunci pergerakannya,”

Melalui wawancara tersebut ada pelajaran yang bisa kami dapatkan baik itu usaha untuk menemui narasumber maupun arti dari korupsi itu sendiri. Untuk menjadi pribadi yang anti terhadap korupsi kita harus memulainya dari dalam diri masing-masing pribadi. Tanamkan tekad yang kuat dan jujur dari masa kecil. Taat beribadah dan tumbuhkan budaya malu apabila melakukan kesalahan-kesalahan.

Manajemen waktu dan keuangan yang baik, tepat dan transparan akan menekan niat untuk berprilaku korupsi.

Jadilah pribadi yang kuat dan tidak mudah digoyahkan oleh tidakan-tindakan penyuapan atau korupsi untuk masa depan yang lebih baik.

Advertisements