Tags

JUMRIANA

(1402045025)

Hubungan Internasional

PERJALANAN WAWANCARA TUGAS ANTI KORUPSI OLEH THE SECRET AGENTS

Sebulan yang lalu, kami diberi tugas kelompok dari Mata kuliah Anti Korupsi oleh Ibu Unis untuk mewawancarai beberapa instansi-instansi penting yang ada di Samarinda ini. Dan kami memilih untuk mendatangi beberapa instansi tersebut sekaligus berniat mewawancarai.

Di antara banyaknya instansi, Kami memilih Kantor Pengadilan tinggi Di Samarinda tepat di Jalan M. Yamin, Partai PKS(Partai Keadilan Sejahtera) dan yang terakhir adalah KPU(Komisi Pemilihan Umum) Provinsi  Samarinda di jalan Basuki Rahmat.

Hari pertama, saya dan kelempok Secret Agents  ditemani dengan gerimis di siang bolong menuju ke kantor partai PKS. Disana kami hanya bertemu dengan seorang Satpam yang sedang duduk membaca Koran di sofa ruang tamu.                                                                                  Dan saya pun menyampaikan maksud kedatangan kami ke kantor tersebut. Alhasil, ketua dari Partai PKS yang bernama Ustad Hariyanto sedang tidak ada di tempat kerja. Bapak tersebut menjelaskan, bahwa “setiap harinya di kantor ini memang sepi kecuali ada janji untuk pertemuan ataupun rapat”.

Mendengar perkataan bapaknya kami agak kecewa, karena kami tidak bisa bertemu hari itu juga dengan ketuanya. Namun, kami tidak menyerah  dengan hal itu, saya langsung meminta nomor handphone ustad Hariyanto dan Alhamdulillah ada.

Tanpa panjang lebar, kami berpamitan dengan bapak yang menjaga di kantor itu. Di luar, ternyata hujannya semakin kuat, terlintas dipikiran kelompok saya menyuruh saya untuk menghubungi ustad Hariyanto. Akan tetapi beliau tidak menjawab telfon saya.

Kami melaju lagi ke kantor Pengadilan Negeri Samarinda, tibanya disana kamu menemui  salah satu karyawan yang ada. Karena ketua maupun pejabat inti tidak ada di kantor, staff yang ada meminta salah satu nomer telfon dari kelompok kami dan Sri Mulyani pun memberikannya. Kami juga menitipkan surat pengantar yang kami bawa sebagai tanda bukti bahwa kami dari Mahasiswa Fisip Unmul sedang melakukan wawancara di beberapa instansi yang ada termasuk di Kantor Pengadilan Negeri samarinda.

Selanjutnya menuju sasaran terakhir, yaitu ke kantor KPU, dengan tujuan yang sama namun,masalah yang serupa dan hasil yang tidak beda dengan sebelumnya. Ibu yang sebagai resepsionisnya menanyakan maksud kedatangan kami, dan kami menjelaskannya. Ibunya berkata” bapaknya sedang rapat kalau mau bertemu bapaknya agak siang lagi” ujarnya. Dan menyuruh kami untuk kembali ke kampus karena masih ada jam kuliah saat itu. Kami pun kembali dengan raut muka yang kusut.

Hari selanjutnya, karena tidak ada respon dari kantor Pengadilan negeri, kami langsung mengunjungi Kantor KPU, karena takut sasaran kami kabur lagi.

Tiba di sana, Kami melihat ada mobil bapak ketua KPI, tetapi sedikit ganjal. Ibunya mengatakan, bapak ketua sedang di luar. Percaya tidak percaya dengan perkataan Ibunya, tapi berfikir positif aja, Karena besok masih bisa.

Ada ide lain yang saya dapatkan, saya menyarankan untuk meminta tolong kepada kakak saya yang kebetulan beliau banyak mengenal orang-orang terpenting di partai PKS, dan saya pun mendapatkan nomer handphone ustad Eka Bayu.

Setelah mendapat respon dari ustad Eka Bayu, beliau menyuruh kami untuk menemuinya esok di Hotel Mesra, karena kebetulan beliau ada pertemuan disana.

Keesokan harinya, saya konfirmasikan kepada kelompok saya untuk bersiap-siap melanjutkan wawancara lagi di Hotel Mesra, tetapi kelompok saya cuma satu orang aja yang bisa,jadi saya memutuskan untuk tidak mendatangi Ust. Hariyanto, saya pun menghubungi beliau dan memohon maaf karena tidak dapat hadir.

Sudah dipenghujung  hari batas dikumpulkannya tugas kami, H-5 kami mengusahakan untuk mewawancarai satu instansi saja yaitu Kantor KPU dan hasilnya maksimal menurut kami.

Di kantor KPU, kami mewawancarai  ketua KPU Provinsi  Bapak Mohammad Taufik.

Beliau berpendapat bahwa “korupsi itu adalah pemberian materi  maupun jasa pada seseorang karena kedudukan dan posisi sebelumnya yang terkait dengan maksud dan tujuan tersendiri. Dan apabila  ada karyawan yang melakukan tindakan korupsi maka dari pihak  KPU terdapat dua tindakan yang akan dilakukan. Yaitu tindakan Personal dan tindakan Tim. Apabila yang melakukannya untuk kepentingan pribadi maka diserahkan pada orang yang bersangkutan, tapi kalau melakukannya menyangkut tim maka   semua pihak akan terlibat artinya tidak ada yang di kambing hitamkan oleh hal ini, sementara yang lain bebas bersikap adil kepadaa yang bersangkutan maupun perantara sekalipun. Adapun factor yang menyebabkan terjadinya tindakan korupsi yaitu karena haus akan kekuasaan dan materi yang selalu tidak merasa puas dengan  yang dicapainya  saat ini. Sehingga kami mencegah akan terjadinya korupsi dengan adanya transparansi yaitu, keterbukaan, dimana semua pihak dapat menyaksikan apa saja yang kami kerjakan”.

Sebagai bukti yang factual, di kantor KPU  termasuk beliau sendiri bahwa pernah ada seorang ketua KPU Balikpapan membawa segepok uang dan menyuruh beliau untuk memenangkan pemilu untuk menjadi anggota Dewan sehingga  berniat menyogok beliau. Namun beliau menanyakan hal itu kembali kepada ketua KPU Balikpapan. “Bagaimana caranya supaya bapak ini menang dn bisa menjadi anggota dewan??”tanyanya. tapi bapak tersebut menjawab “terserah dari bapak saja”. Dengan tegas bapaknya membantah lagi,” lalu bagaimana bisa saya membuat bapak menang sedangkan bapak sendiri tidak tahu caranya.”

Jika kita kaya, uang kitaa banyak maka kita tidak akan menerima uang

Tapi jika kita mengatakan tidak untuk menerima, apakah kamu akan berdiri tegak untuk tidak menerimanya??? Itu lah korupsi!!

 

 

                                                              By….

                                                                            Mohammad Taufik

Advertisements