Tags

Nama      : Ibnu Haridzah
NIM        : 1402045043
PRODI    : Ilmu Hubungan Internasional (A)
MATKUL: Anti Korupsi

Perjalanan melakukan tugas kelompok interview/wawancara ke suatu instansi.

Setelah mendapatkan tugas yaitu interview dari ibu Unis. Kami satu kelas melakukan pemilihan siapa yang mau di interview, dan akhirnya kelompok saya yang bernama visionary yang anggotanya terdiri dari Nisa ,Indin ,Poro, Ageng, Iqbal, Arif dan Ibnu(saya sendiri) memilih mewawancarai ke balaikota dengan target Pak walikota atau wakil walikota dan ini sebagai  rencana A dan rencana B nya adalah mewawancara ketua DPRD provinsi.

Hari pertama, hari itu tidak tau hari apa kami berencana mengerjakan tugas ankor, jadi kamu berkumpul di bambu dekat dekanat pada jam 9 atau jam 10. Karena rumah saya lumayan jauh saya berangkat 1 jam sebelum jam kita berkumpul. Setelah sampai sana ternyata poro dan ageng teman satu kelompok saya juga baru datang jadi baru 3 orang yang kumpul sisanya masih lambat datang, mungkin masih tidur. Setelah bermenit- menit kemudian datang satu persatu dan ada 1 orang yang rumahnya di tenggarong iqbal namanya baru bangun. Alhasil jadi kami menunggu cukup lama, karena bête menunggu jadi kami berangkat duluan ke balai kota tapi tidak langsung ke balaikota melainkan kami mencari tempat makan disekitar balai kota untuk sarapan dan menunggu  teman kami yang dari Tenggarong. Setelah sekian lama akhirnya iqbal datang dan sampai ke tempat makan, lalu kami tidak langsung bergerak melainkan ngobrol dulu karena cuaca juga agak mendung dan gerimis. Setelah kenyang dan mengumpulkan energi akhirnya kami langsung pergi ke balai kota. Setelah sampai di sana kami langsung bertanya kepada resepsionis, setelah itu kami langsung menuju ke tempat tunggu kantor walikota. Di tempat tersebut ada resepsionis juga di situ dan  cukup ramai karena adanya rapat oleh staff nya di balaikota tersebut. Jadi kami menunggu di kursi sofa yang disediakan, bermenit-menit kemudian kami bertanya kepada resepsionis, dan kata resepsionis “ditunggu saja dulu , bapaknya lagi jemput anaknya”. Berjam-jam kemudian sosok walikota tidak kunjung datang-datang. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan melanjutkan wawancara di hari lain.

Hari kedua, Setelah menyelesaikan perkuliahan , kami berencana untuk pergi ke kantor DPRD Provinsi. Sebelum kesana kami mampir dulu ke tempat makan di dekat mesjid Islamic center. Setelah makan kami melanjutkan ke tujuan kami, dan setelah sampai di depan gerbang kantor DPRD Provinsi, kami bertanya kepada security yang berjaga di depan gerbang, dan pak security memberitahu jalan dan dimana kantornya. Lalu kami masuk di kawasan gedung DPRD yang cukup luas, disana kami melewati kantin dan disana ada sekolompok orang mungkin staff DPRD yang lagi bersantai dan berkarouke. Dan akhirnya kami sampai ke gedung tempat kantor anggota serta ketua DPRD berada. Di saat kami masuk ke kantor kami melihat banyak piagam dan piala lalu kami bertanya kepada security , dan pak security memberitahukan bahwa anggota DPRD hari ini banyak yang tidak masuk dan kantor Ketua DPRD berada di lantai 2. Dan kami akhirnya pergi ke lantai 2, disana kami bertanya lagi kepada seseorang dan bapaknya mengatakan untuk menuju ke asistennya. Dan hasil yang kami dapat bahwa ketua DPRD nya sedang berada di Jakarta dan senin akan kembali karena akan ada rapat. Akhirnya kami berencana untuk pulang, pas kami mau pulang hujan pun turun jadi kami bersantai di lantai 2 karena disana disediakan tempat duduk. Bermenit-menit hujan pun belum reda dan keadaan di kantor DPRD mulai sepi jadi kami kebawah sambil menunggu hujan reda. Setelah hujan reda kami berencana untuk kekantor walikota lagi tapi karena kelompok kami mulai kecewa dan pesimis dengan akankah pak walikota ny masih ada di kantor atau masih menjemput anaknya yang tak kunjung kembali ke kantor. Jadi kami memutuskan untuk pulang.

Hari ketiga, melalui jejaring social Line , kami berencana ke kantor Walikota sebelum jam perkuliahan dimulai. Sayangnya pada hari ini saya tidak bisa ikut karena pas saya sedangkan berangkat menuju kantor walikota saya harus diguyur hujan yang membuat saya harus berteduh.Ketika hujan reda saya berniat menyusul kelompok saya,waktu disaat saya di dekat pertigaan lampu merah di makam pahlawan ,saya melihat handphone saya yang isinya saya tidak perlu ke kantor walikota melainkan pergi ke kampus. Jadi saya langsung pergi ke kampus. Sesampai di kampus saya menungu kelompok  yang belum kembali dari kantor walikota. Dan setelah mereka sampai di kampus ,saya bertanya bagaimana dengan hasilnya, dan hasilnya pun sama seperti sebelumnya dan informasi yang di dapat walikotanya sedang berada di Jakarta.

Hari Keempat, Hari ini adalah H-2 dari mempresentasikan tugas wawancara kami, jadi mau ndak mau kami harus mendapatkan hasil. Hari ini setelah selesai dari jam perkuliahan kami langsung pergi ke kantor anggota DPRD, setelah sampai disana kami melihat satu persatu anggota DPRD berdatangan dengan mobil dinas mereka. Dan kami pun langsung ke lantai 2 untuk bersiap-siap menunggu ketua DPRD, tapi sebelum pada saat kami pergi ke lantai 2 kami bertanya ke resepsionis bahwa ketua DPRD nya belum datang. Setelah cukup lama menunggu hasilnya tidak ada tanda-tanda ketua DPRD sudah datang. Lalu karena tidak ada hasil kami pergi kebawah untuk menuju parkiran, pada saat kami turun dari tangga dan mau ke parkiran seorang security memanggil kami “ mas itu tadi ketua DPRD baru naik lift”, mendengar hal itu kami langsung cepat- cepat naik tangga ke lantai 2 dan hasilnya ketua DRPD tidak pergi ke kantornya melainkan ke lantai lain ,tidak tahu lantai berapa yang pasti tidak pergi kekantornya. Karena ditunggu di lantai 2 tidak mendapatkan hasil kami kembali ke parkiran, disana kami sudah cukup putus asa karena tidak ada satupun rencana kami yang berhasil, tapi dengan inisiatif sendiri poro,indin dan nisa pergi ke gedung sebelah dan bertanya , dan mereka mendapatkan informasi bahwa ada anggota Ketua Komisi DPRD berada di kantornya, kami pun langsung pergi ke lantai 4 yang ternyata kantor ketua komisi berada di lantai 4, jadi kami mencari kantornya dan akhirnya ketemu dengan kantornya, lalu poro dan nisa pergi bertanya ke asistennya di bisa di wawancara. Karena kami bertuju jadi yang pergi kedalam hanya  3 orang yaitu Poro, Indin dan Nisa, dan sisanya berada di ruang tunggu bersama dengan seorang kakek-kakek. Bermenit-menit kemudian wawancara pun selesai kami semua masuk ke kantor ketua komisi tersebut dan melalukan dokumentasi yaitu poto-poto.

Pada akhirnya kami bisa menyelesaikan tugas wawancara kami dengan banyak cobaan dalam melakasanakan tugas, dari perjalanan ini kami mendapatkan banyak pengalaman dari perjalanan untuk mewawancarai orang penting dalam lingkup politik. Pepatah bilang “Kenapa manusia terjatuh karena untuk bisa belajar berdiri lagi”.

Advertisements