Tags

Hartomo Setyo Ari Wibowo

1402045038

Hubungan Internasional-A

Essay Anti-Korupsi

Bermula dari tugas mata kuliah Anti-korupsi yaitu mewawancara saya anggota dari kelompok the secret agents kami membuat surat keterangan ke pada instansi kejaksaan dan KPU. Surat yang pertama sudah kita ajukan ke instansi Kejaksaan dan yang kedua kami ajukan ke instansi KPU sudah sekitar 3 hari kami menunggu namun belum ada balasan dari kejaksaan, jadi karena keterbatasan waktu kami memutuskan untuk mendatangi kantor KPU, itu kami lakukan pada hari kamis, 30 april 2015 kami melakukan survei terlebih dahulu di wilayah kantor KPU, pada saat itu kami berangkat kurang lebih jam 2.30 dan sampai pada kantor KPU sekitar 20 menit perjalan dari kampus,  siang hari menjeang sore kami masuk ke dalam kantor dan mencari kejelasan dari surat yang kami ajukan, kami menuju pintu depan kantor KPU, pada awalnya kami hanya menunggu di luar karena kantor terlihat sepi pada saat itu, dan setelahmelihat bahwa ada seseorng yang masuk ke dalam lalu kami meniatkan untuk masuk ke dalam, kami menuju dalam ruangan pada saat itu kami menanyakan keberadaan ketua KPU dan yang kami dapatan hanya ungkapan “ bapak taufiq nya lagi keluar kota” ucap para ibu ibu yang bekerja di kantor kpu yang kelihatanya sudah mau pulangan, lalu salah satu petugas menyuruk kita untuk masuk naik kelantai dua menemui wakil ketua KPU yang dibilang sedang berada di tempat tak pikir panjang kami langsung menuju lantai dua yang ruangannya berada di lorong kiri pintu pertama. Di atas kami mencoba untuk mengetuk pintu ruangan wakil ketua KPU namun tidak ada jawaban, tiba- tiba keluar petugas yang berada di sebrang ruang wakil ketua KPU menyuruh kita langsung masuk saja ke dalam ruangnya namun setelah kami mencobanya ternyata pintunya terkunci. Berhubung semua petugas sudah pulang dan tidak ada satupun petugas yang berada di tempat jadi kami memutuskan untuk pulang saja sudah sekitar  2 jam kami menunggu di kantor KPU sampai kami memutuskan pulang.

Pada saat itu kami semua merasa kebingungan karena surat yang kami berikan ke kantor kejaksaan tidak  (belum) ada balasan sama sekali dan di kantot KPU ini kami belum melakukan wawancara bahkan bertemu ketua maupun waki KPU sangatlah suilt, dengan di bayangi tinggal beberapa hari sebelum presentasi tugas wawancara yang kami lakukan ini, jadi kami memutuskan untuk mendatangi kantor KPU di hari lain, tentunya dengan melihat jadwal masing masing anggota apakah ada waktu atau tidak untuk  melakukan wawancara.

Pada hari senin tanggal 4 mei 2015, sepulang kuliah kami sudah berencana menuju kantor KPU untuk melakukan wawancara kepada ketua KPU jadi kami sudah menyiapkan semua peralatan seperti kamera, daftar list pertanyaan, almamater, keberanian, dan mental kalau-kalau saat sudah berada di sana ketua KPU maupun wakilnya tidak ada di tempat karena surat yang kami ajukan ke instansi kejaksaan sudah di balas dan mendapatkan hasil berupa ketua maupun wakil kantor kejaksaan tidak berada di tempat selama 3 minggu dikarenakan ada urusan di luar kota jadi harapan kami hanya kantor KPU saja. Setelah semua bersiap dari kampus kami semua berangkat bermotor menuju kantor KPU yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, setelah perjalanan sekitar 12-15 menit kami menuju kesana, lebih cepat dari perjalanan tempo hari karena kami tidak tauapa yang akan terjadi di sana memang kami berangkat sepulang kuliah sekitar jam 10 pagi tapi meskipun begitu kami tak mau terjadi hal yang tidak diinginkan saat berada di sana. Sesampainya kami di kantor KPU kami menunggu anggota yang lain dan menunggu ketua KPU, sebenarnya kami saat berada di kantror KPU kami di binggungkan dengan arahan yang ada karena kami di minta menuju kesana kemari berulang-ulang kali saat kami tanya apa kami bisa mengambil surat keterangan wawancara kami, kami terkejut karena dikira kami ingin melakukan KKN di kantor KPU jadi kami mulai menjelaskan tujuan sebenarnya kenapa kita disini. Setelah mengetahui kejelasannya lalu kami diminta menunggu di ruang tunggu ketua KPU di lantai 2 lorong kanan ruang paling ujung, kami menunggu konfirmasi dari ketua KPU yang berada di dalam ruangan tersebut, setelah kurang lebih 6 menit permintaan kami pun di terima namun kami masih harus menuggu lagi karena ketua KPU akan melakukan rapat, jadi. Kami menunggu lagi kurang lebih 30 menit di dalam ruangan ketua KPU.

Setelah menuggu kurang lebih 30 menit diruangan dan ketua KPU pun datang dan kami pun bersiap memulai wawancara kepada ketua KPU di tempat. Wawancara pun kami mulai dengan menenangkan situasi ceperti memulai candaan agar tidak terasa canggung dan narasumber tidak merasa terintimidasi. Dimulai dengan menjelaskan dahulu tentang maksud dan tujuan kelompok kami berada di kantor KPU ini dengan di lanjutkan tentang tugas kelompok mengenai mata kulianh anti-korupsi barulah memasuki sesi tanya jawab dengan narasumber. Masuk ke bagian tanya jawab,

Reporter : menurut bapak korupsi itu apa?

Narasumber : korupsi itu pemberian materi maupun jasa kepada seorang, karena kedudukan dan posisi terkait dengan maksud dan tujuan dari si pemberi.

Reporter : apabila salah satu karyawan melakukan korupsi tindakan apa yang akan bapak ambil untuk menangani masalah korupsi tesebut?

Narasumber : tindakannya ada tindakan personal dan tindakan tim, kalau itu tidakan personal serahkan kepada yang bersangkutan, kalau tindakan tim semua pihak terlibat artinya jangan sampai satu orang di kambing hitamkan sementara yang lain bebas dan semuapihak wajib bertanggung jawab atas tindakannya, tidak hanya yang menerima suap namun yang memberi suap juga termasuk perantara.

Reporter : faktor penyebab bisa terjadinya tindakan korupsi ?

Narasumber : merasa dirinya tidak bisa menjadi orang kaya, selalu haus akan hal yang tidak bisa ia miliki. Personal yang tak pernah merasa puas.

Reporter : bagaimana strategi atau cara bapak daam meminimalisir tindak korupsi yang kerap terjadi?

Narasumber : transparansi, semua orang semua pihak bisa melihat apa yang kita lakukan, terutama mengenai dana publik.

Berikut di atas adalah hasil wawancara yang kami lakukan dengan narasumber, dari kegiatan mewawancara tadi kami juga mendapatkan banyak sekali informasi, ada juga kasus korupsi yang narasumber ceritakan namun ini bertempatkan di kantou KPU balikpapan, beliau bercerita bahwa ada seorang pengusaha yang membawa uang “segepok” dia bermaksud ingin ingin menang menjadi anggota dewan dengan merubah suara yang hanya berseisi sekitar 85 suara saja, alu ketua KPU balikpapan ini berkata “pak, jangan-jangan uang saya masih lebih banyak dari uang bapak, atau ini uang jangan-jangan hasil pinjam”. Lalu ketua KPU balikpapan ini bertanya lagi “sekarang begini saja, coba bapak beri tau saya bagaimana caranya merubah suara nya atau bapak bisa menang, kasih tau saya bagaimana caranya?”, si pengusaha itu menjawab “ ya terserah bapak!”. Lalu di di balas oleh ketua KPU balikpapan dengan kalimat “na lho bapak sendiri aja tidak tau caranya!”. Jadi di cerita singkat berikut di katakan bahwa ada seorang yang berusaha meminta (merubah) hasil suara yang ada dengan upaya menyogok (membayar) ketua KPU balikpapan, namun permintaan orang itu ditolak oleh ketua KPU balikpapan.

Pak mohammad taufik (ketua KPU samarinda) juga menggungkapkan kata-kata bahwa “orang bisa mengatakan “saya tidak korupsi” karena dia belum pernah duduk pada posisi yang dia rentan untuk korupsi. Disaatkita kaya dan sehat dan kita menolak uang itu hal yang biasa, namun. Di saat kita dalam kondisi terpuruk dan kita bilang TIDAK itu baru sip” itu kiranya kalimat yang menurut saya bisa menjadi patokan dalam mengantisipasi tindakan  korupsi.

Kegiatan wawancara kami lakukan sekitar 2 jam, setelah kami selesai wawancara, saat itu juga semua di berikan kepada ku kepercayaan untuk meng(edit) video yang sudah ada tadi. Sepulang dari kantor KPU saya mulai menginput data yang tadi nya berada di flashdisk, sisa dua hair sebelum presentasi hasil wawancara di lakukan, saya mulai mencari ide bagaimana seharusnya video ini di edit, karena belum mendapatkan ide yang pas maka saya putuskan untuk menunda proses editing video hari itu dan menunggu esok hari untuk dirundingkan dengan anggota kelompok. Setelah berunding (keesokan harinyapada saat selesai kuliah) saya langsung memulai mengedit video, diedit berkali-kali, berkali-kali dan berkali-kali dan selesai dalam waktu pembuatan 2 jam pemikiran 8 jam….. sekitar 5 kali mem(produce) video karena bebrapa kali mengalami kesalahan dan akhirnya selesai juga.

*Lebih lengkap dalam sesi wawancara bisa dilihat di video.

Advertisements