Tags

Nama: Faroza Satria R.

NIM: 1402045009

Program Studi: Hubungan Internasional (A)

Dalam pelajaran mata kuliah Anti Korupsi ini saya memperoleh banyak manfaat yang di mana dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mata kuliah Anti Korupsi mengajarkan saya apa saja yang dapat dikategorikan dalam tindak korupsi walau tindakan tersebut bias dianggap sepele, karena hal yang kita anggap sepele pasti akan kita abaikan baik itu benar maupun salah. Dari mengabaikan hal-hal kecil ini maka akan merambat ke hal-hal yang lebih serius, sehingga tindak korupsi pun tidak dapat dihindari. Pendidikan Anti Korupsi mengingatkan saya bahwa tidak semua hal itu dapat dianggap remeh, karena hal yang kecil lama-lama pasti akan menjadi besar, sama hal nya dengan perilaku yang menyimpang, yang lama-lama akan menjadi kebiasaan. Pendidikan Anti Korupsi sejak dini sangat penting guna mengantisipasi terjadinya tindak korupsi nantinya, dengan adanya pendidikan Anti Korupsi pada usia dini maka tingkat korupsi pasti dapat ditekan, karena para generasi muda paham bahwa tindak korupsi itu salah dan bersifat merugikan, baik itu secara pribadi maupun secara luas.

Kita sadar bahwa korupsi di Indonesia bisa dikatakan telah membudidaya di dalam masyarakat, dan kita tidak dapat memungkiri hal itu karena memang benar seperti itulah kenyataannya. Masih banyak masyarakat di luar sana yang tidak bisa membedakan mana hal yang dapat menjadi benih tumbuhnya perilaku kecurangan, hal inilah yang membuat kabur akan pemahaman masyarakat tentang korupsi, masyarakat hanya tau korupsi itu berupa suap dan mengambil harta milik orang lain. Namun sebenarnya korupsi itu memiliki banyak jenis nya, dan disinilah Pendidikan Anti Korupsi berperan penting guna menjelaskan apa yang masih kabur dalam pengertian masyarakat tentang apa itu korupsi, dengan begitu masyarakat bisa lebih teliti dengan tindakan mereka dan menghindari apa apa saja hal yang dapat dikategorikan ke dalam tindak korupsi.

Dalam mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi saya mendapatkan suatu tugas yang dimana saya dan teman-teman harus pergi mewawancarai suatu instansi tertentu guna menanyakan apakah pernah terjadi kasus korupsi di dalam instansi tersebut. Kelompok kami awalnya ingin mewawancarai KPU kota Samarinda, namun dikarenakan KPU kota Samarinda sedang sibuk mengurus PEMILUKADA, kami pun mencari alternative lain dan pergi mewawancarai KADIN kota Samarinda, KADIN sendiri merupakan singkatan dari Kamar Dagang Industri. Kami mengatur jadwal wawancara dengan kepala KADIN kota Samarinda dan sepakat akan melakukan wawancara pada tanggal 3 Mei 2015 namun di undur dikarenakan kurangnya persiapan kami, dan wawancara pun diundur keesokan harinya yaitu tanggal 4 Mei 2015. Pada hari yang disetujui kami pun pergi ke kantor KADIN, di sana kami diterima dengan baik dan dipersilahkan masuk tanpa di suruh menunggu. Kami pun langsung di sambut dengan ketua KADIN sendiri, yaitu Bapak H. Iriansyah Said M.BA. Pertanyaan demi pertanyaan kami lontarkan kepada bapak H.Iriansyah dan beliau menjawabnya dengan sigap, walau terkadang beliau sedikit bertele-tele, namun kami dengan mudah dapat menangkap jawaban-jawaban beliau. Pada awalnya kami menanyakan apakah pernah terjadi kasus korupsi di instansi KADIN ini, beliau menjawab tidak ada, dan kami pun menanyakan bagaimana caranya sehingga bisa seperti itu, beliau menjawab bahwa KADIN itu sendiri merupakan perkumpulan pedagang-pedagang di Samarinda, setiap pedagang memiliki tanggung jawab mereka masing-masing, walaupun KADIN memiliki ketua, namun ketua disini tidak lebih sama dengan anggota-anggota yang lain. Masalah administrasi dalam KADIN tidak di control oleh anggota KADIN melainkan ada seksi-seksi khusus yang memang mengatur masalah tentang administrasi, sehingga anggota-anggota KADIN tidak berhak mengatur jalannya administrasi di dalam KADIN tersebut. Dari wawancara tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa KADIN di sini hanya digunakan untuk mempertemukan pedagang-pedagang di Samarinda yang berasaskan kerjasama.

Sungguh korupsi bukanlah jalan pintas yang pantas, karena ingat apa yang kita lakukan baik itu untuk kebaikan maupun keburukan pasti pada ujungnya akan di balas sebanding dengan apa yang kita perbuat. Korupsi hanya akan membuat kerusakan, tidak dapat kita elakkan moral bangsa Indonesia telah tercoreng dengan adanya korupsi yang merajalela di negeri ini, dari instansi tertinggi pun dapat kita temui adanya tindak korupsi, hal ini lah yang membuat masyarakat tidak percaya kepada pemerintah, dan jika hal ini tetap berkelanjutan maka jembatan kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah semakin melebar, jika masyarakat sudah muak dan tidak percaya kepada pemerintah maka masyarakat akan berpikir bahwa apa gunanya pemerintah jika yang mereka lakukan hanya memperkaya diri sendiri, hal ini pula yang bisa memicu terjadinya disintegrasi antara masyarakat dengan pemerintah yang berujung pada kekacauan publik. Yang lebih parah adalah masyarakat pun akan mencontoh tindak tindak korupsi yang dilakukan oleh pemerintah, hal ini mencerminkan bagaimana bobroknya moral bangsa, bagaimana masyarakat bisa berperilaku adil dan jujur, jika yang mereka pilih saja sudah tidak dapat mewujudkan hal tersebut. Masyarakat merupakan pemeran utama dalam adanya suatu bangsa, namun dalam realitanya pemerintah lebih dominan dan masyarakat hanyalah penonton belaka. Maka dengan adanya Pendidikan Anti Korupsi ini, semoga Bangsa Indonesia ke depannya bisa lebih baik dalam menghadapi korupsi yang telah menghancurkan Bangsa kita yang tercinta ini.

Korupsi Lawan! Berani Jujur!

Advertisements