Tags

NAMA            :           EKA NOVITA SARI

NIM                :           1402045047

PRODI            :           HUBUNGAN INTERNASIONAL

MATKUL        :           PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

TUGAS           :           WAWANCARA

Kelompok ankor warior terdiri atas 7 orang anggota yaitu         :

  1. Dini Hariati
  2. Eka Novita Sari
  3. Nurhariyani
  4. Nur Randa
  5. Qintamani Qadr
  6. Rizqa Rahmatania
  7. Yunda Hestya

Kami memecah kelompok menjadi 3 bagian utuk memudahkan mewawancarai beberapa instansi secara bersamaan dan untuk meminimalisir waktu. Saya Eka Novita Sari bersama Rizqa Rahmatania mendapat tugas wawancara di partai Demokrat dan berikut cerita tentang perjalanan wawancara yang kami lakukan.

PERJALANAN KE PARTAI DEMOKRAT

Hari ini tanggal 29 april 2015, kelompok pertama yang terdiri dari saya Eka Novita Sari dan Rizqa Rahmatania Aghna Saputri  mendatangi Partai Demokrat di Jalan Djuanda, Samarinda tepat pukul 9.40 pagi. Tujuan kami adalah ingin mewawancarai ketua partai demokrat Kalimantan Timur Syahrie Jaang perihal korupsi.

Setibanya di kantor partai demokrat kami tidak langsung bertemu dengan ketua partai demokrat tersebut. Kami diminta menunggu karena ketua partai demokrat kaltim itu orang yang sangat sibuk, dia sedang melakukan rapat di kantor Gubernur, samarinda. Selama menunggu kami ditemani oleh dua orang anggota partai demokrat yang cukup ramah. Kami di hidangkan minuman saat sedang menunggu dan di ajak berbincang untuk mengusir keheningan. Seraya berbincang saya memperhatikan bahwa kantor partai demokrat ini tampak sepi sekali. Hanya ada beberapa orang yang duduk tidak jauh dari tempat kami duduk.  Menit demi menit berlalu tak terasa sudah satu jam lebih kami menunggu, tapi orang yang kami tunggu tak kunjung datang sampai pada akhirnya kami pamit untuk keluar dan berjanji akan kembali lagi setelah zuhur atau lebih tepatnya pukul 01.00 siang karena jam saat itu menunjukkan tepat pukul 11.00 dan kami ada mata kuliah pada pukul 11.20.

Pukul 01.00 kami kembali ke partai demokrat dan anggota kami bertambah satu yaitu Yunda Hestya. Partai demokrat tidak lagi tampak sepi seperti saat kami datang kesana tadi pagi. Anggota-anggota partai demokrat sedang bercerita di sebuah meja yang tampak seperti meja makan dilengkapii dengan 6 kursi yang mengelilingi meja itu. Dan dua orang anggota partai demokrat yang menemani kami sebelumnya terlihat duduk santai di sebuah sofa tempat kami menunggu sebelumnya sambil menonton berita di tv.  Saya memprediksi kalau mereka baru saja kembali dari makan siang. Seorang bapak berbadan besar menyadari kedatangan kami dan bertanya tujuan kami datang kesana. Saya pun menjelaskan kedatangan kami kesana ingin mewawancarai ketua partai demokrat itu dan telah membuat janji sebelumnya. Bapak itu mengatakan bahwa orang yang kami cari adalah orang yang sangat sibuk dan sangat sulit sekali untuk bertemu dengan nya karna bapak Syahrie Jaang jarang sekali datang ke kantor partai demokrat. Karena kami tidak bisa mewawancarai langsung ketua partai demokrat kaltim tersebut saya pun meminta agar bisa mewawancarai wakil ataupun sekertaris beliau. Dan ternyata kedua orang itu tidak kalah sibuknya dengan bapak Syahrie Jaang sendiri. Tapi kami mempunyai sedikit harapan bisa mewawancarai salah satu dari mereka. Sekjen partai demokrat bapak James B.Tuwo sedang melakukan rapat di lantai dua gedung dan kami menunggu beliau bersama beberapa anggota partai demokrat dan bapak berbadan besar yang sebelumnya menyambut kedatangan kami. Dua jam pun berlalu, bapak berbadan besar yang menyambut kami bernama Rahmadi Kasim dia menyarankan agar kami mewawancarai dia saja. Dia berkata bahwa belum ada tanda-tanda rapat yang di jalankan bapak James B.Tuwo akan selesai. Bapak Rahmadi Kasim merasa kasihan kepada kami yang telah menunggu lama sehingga mengusulkan untuk mewawancarai dia saja. Setelah bertanya kepada kedua teman saya Rizqa Rahmatania Aghna Saputri dan Yunda Hestya, saya pun menyetujui untuk mewawancarai bapak Rahmadi Kasim. Saya bertugas sebagai interviewer, Yunda Hestya bertugas sebagai kameramen, Dan Rizqa Rahmatania Aghna Saputri bertugas sebagai helper. Sebelum saya mewawancarai Bapak Rahmadi Kasim saya terlebih dahulu bertanya jabatannya di partai demokrat ini. Beliau adalah ketua pertanian dan perkebunan partai demokrat.

Eka                     : “Apakah pernah terjadi tindak pidana korupsi di Partai Demokrat ini ?”

Bapak Rahmadi : “Belum pernah.”

Eka                     : “Jika belum pernah terjadi tindak pidana korupsi, bagaimana cara instansi ini melakukan pencegahan terhadap tindak korupsi ?”

Bapak Rahmadi : “Para petinggi partai demokrat selalu memilih dan melatih kader-kader yang bertanggung jawab dan disiplin. Seperti melatih karyawan agar tidak datang terlambat kekantor”.

Eka                    : “Bagaimana cara bapak secara pribadi dalam mengantisipasi korupsi dalam lingkungan sekitar?”

Bapak Rahmadi : “Cara yang saya lakukan untuk mengantisipasi korupsi di lingkungan keluarga adalah dengan mengajarkan kepada keluarga saya untuk senantiasa beribadah kepada Allah swt. Karena orang yang beriman pasti tau kalau korupsi itu hal yang salah dan apabila dilakukan akan mendapat dosa.

Eka                     : “Apakah penting untuk melakuka pendidikan anti korupsi sejak dini ?”

Bapak Rahmadi : “Sangat Penting.”

Eka                     : “Terkait perihal pemilu, hampir semua partai melakukan serangan fajar atau memberi uang sogokkan kepada calon pemilih di rumah-rumah penduduk maupun kepada para pejalan kaki sebelum dilangsungkannya pemilu. Bagaimana tanggapan bapak mengenai hal tersebut ?”

Bapak Rahmadi : “Serangan fajar itu sebenarnya hanya ada di kota-kota besar dan dilakukan oknum-oknum tertentu. Kami tidak pernah melakukan hal itu. Kami hanya melakukan kampanye untuk menarik massa memilih kami ( partai demokrat maupun kader nya ). Dan jika di Samarinda ini ada terjadi hal demikian, yang patut disalahkan adalah orang yang memberi uang itu, seharusnya masyarakat pintar dalam memilih pemimpinya apabila disodorkan uang serangan fajar saya rasa tidak masalah untuk masyarakat itu menerima uang tersebut tapi tidak memilih orang yang memberi uang itu.

Eka                    : “Saya rasa cukup sekian sesi wawancara ini. Terimakasih atas waktu yang bapak berikan

Setelah mengakhiri sesi wawancara dengan bapak Rahmadi Kasim kami meminta surat bukti telah melakukan wawancara di instansi tersebut tapi karena mesin print di kantor tersebut rusak kami diminta untuk kembali esok hari untuk mengambil surat keterangan tersebut.

Karena terjadi beberapa hambatan kecil pada beberapa anggota kelompok pertama kami baru kembali mengambil surat keterangan pada hari senin tanggal 4 mei 2015. Kami juga mengambil beberapa foto gedung  Partai Demokrat itu. Dan selesailah tugas wawancara kami di kantor partai Demokrat.

Advertisements