Tags

Nama               : Armin Beni Pasapan

NIM                : 1402045060

Prodi               : Ilmu Hubungan Internasional, Reguler A

Mata Kuliah    : Pendidikan Anti Korupsi

Dosen              : Uni Wahyuni Sagena, M.Si, Ph.D

Perjalanan kelompok Untouchable dalam melaksanakan tugas mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi dari dosen Ibu Uni Wahyuni Sagena, M.Si, Ph.D dimulai dari tanggal 22 April 2015. Saat itu mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi, dan kating kami yang bernama Kurnianto Rombe Rante diberi informasi oleh dosen Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi bahwa ada tugas Interview salah satu Instansi Daerah atau Partai Politik di Kalimantan Timur tentang KORUPSI. Kemudian kami berdiskusi sebentar dengan kelompok kami untuk menentukan Instansi atau Partai Politik apa yang akan kami wawancarai. Dan akhirnya kami mempunyai 3 pilihan, yaitu DPD Partai Gerindra KalTim, KNPI Prov. KalTim dan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ). Alasan kami memilih Partai Gerindra karena Partai Gerindra adalah salah satu Partai Politik yang bersih akan tindak Korupsi selain Partai Hanura. Kemudian alasan kami memilih KNPI Prov.KalTim karena merupakan organisasi pemuda nasional dan BPK sendiri memiliki data yang lebih terperinci dalam hal memeriksa keuangan setiap Instansi yang ada di KalTim. Tetapi BPK sendiri sudah dipilih oleh kelompok lain dan akhirnya kami sepakat untuk menginterview DPD Partai Gerindra sebagai pilihan utama kami dan KNPI Prov. KalTim sebagai pilihan kedua atau cadangan.

Sehingga pada tanggal 29 April 2015 pukul 09.30 WITA saat jam Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi kami kelompok Untouchable bergegas menuju ke kantor KNPI Prov.KalTim yang berada di Jl.A.W.Syahranie, dan kebetulan juga dekat dengan kantor DPD Partai Gerindra. Setibanya kami di KNPI tidak ada satupun pengurus KNPI yang berada di tempat.

Dan kami berjumpa dengan petugas di KNPI dan dia mengatakan pengurus-pengurus KNPI akan datang di siang hari sekitar pukul 12.00 keatas.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke Kantor DPD Partai Gerindra di Perumahan Villa Tamara , Jl.A.W.Syahranie. Sampai di Kantornya kami juga mendapatkan hal yang sama bahwa tidak ada seorang pun pengurus partai yang ada ditempat. Dan kami juga bertemu dengan salah seorang yang kebetulan ada di depan Kantor DPD Gerindra, beliau mengatakan bahwa pengurus Partai Gerindra biasanya datang pada siang hari pukul 12.00 keatas. Mendengar penjelas itu kami pun kembali ke kampus karena ada jam mata kuliah Pengantar Statistika pukul 11.20-12.50 WITA. Dan setelah selesai jam kuliah, kamipun kembali bergegas menuju Instansi yang akan kami wawancarai yaitu KNPI Prov.KalTim dan DPD Partai Gerindra. Sesampainya di Kantor KNPI, kami akhirnya bertemu dengan salah satu pengurus KNPI yang berada di ruang Bendahara dan kami tetap tidak bisa bertemu dengan Petinggi KNPI karena tidak ada ditempat. Dan ternyata pengurus KNPI yang kami temui saat itu adalah dosen di Fisipol dan merupakan dosen prodi HI. Kemudian kamipun menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami kepada Bapak tersebut, kemudian Bapak itu merespon baik tujuan kami dan beliaupun membuatkan janji untuk kami dapat bertemu dengan Petinggi KNPI yaitu Wakil Ketua I ( Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi ) karena Ketua Umum KNPI sedang berada diluar kota. Dan melalui konfirmasi via Telepon, kami mendapatkan janji untuk melakukan wawancara dengan Wakil Ketua I pada hari Kamis, 7 Mei 2015 pukul 13.00 WITA.Kemudian kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju ke Kantor DPD Partai Gerindra dan salah satu pengurus DPD Partai Gerindra ada di tempat.Kami akhirnya menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami.Kemudian Beliau merespon cepat tujuan kami dan beliau mengatakan wawancara hari itu juga dengan waktu sekitar 20 menit karena beliau juga sudah mau pulang.Namun karena perencanaan awal kami adalah hanya ingin membuat janji temu saja sehingga persiapan dan peralatan kami belum ada satupun.Dan kami meminta kebijakan dari Beliau untuk melakukan wawancara di hari Senin, 4 Mei 2015.

Tetapi beliau dengan cara yang sangat halus seperti enggan bertemu kami lagi dengan alasan bisa saja tetapi jika cuaca hari senin itu tidak hujan karena beliau mengatakan akan mengadakan kerja bakti membersihkan jalan Antasari pada hari senin ketika hujan. Mendengar pernyataan dari beliau, kami mengambil keputusan untuk mewawancarai Wakil Ketua I KNPI Prov.KalTim saja karena waktu janji yang sudah jelas pada hari Kamis, 7 Mei 2015 pukul 13.00 WITA.

Dan pada hari Kamis, 7 Mei 2015 kami akhirnya pergi ke kantor KNPI pada pukul 13.00 Wita. Sebelum berangkat kami sudah mempersiapkan dengan matang konsep wawancara yang akan kami laksanakan dan pertanyaan-pertanyaan yang akan kami berikan kepada narasumber. Sesampainya di Kantor KNPI Prov.KalTim kami disambut baik oleh pengurus KNPI setempat dengan disediakannya kursi yang rapi, ruangan yang dingin dan minuman yang segar. Dan sambil menunggu Wakil Ketua I, beliau menanyakan maksud dan tujuan kami datang ke KNPI dan beliau mengapresiasi maksud dan tujuan kami karena kami mau meminta pandangan tentang korupsi melalui Organisasi Nasional Pemuda.Kamipun berbincang-bincang cukup lama sekitar 30 menit seputar asal daerah kami dan sedikit perbincangan korupsi. Beliau juga sedikit sharing kepada kami tentang konflik Internal yang terjadi di KNPI yaitu Dualisme Pemimpin atau Ketua Umum KNPI Prov.KalTim. Sampai sekitar 30 menitan kami berbincang, kemudian gentian beliau yang sudah membuatkan janji kemarin berbincang-bincang dengan kami sambil menunggu kehadiran Wakil Ketua I. Kami berbincang banyak hal terutama seputar mata kuliah yang ada di Prodi HI dan kami diberikan beberapa tips untuk menjalani perkuliahan di Fisipol prodi HI. Sembari asik berbincang, kemudian datang juga Sang Narasumber yaitu Bang Arief Rahman Hakim, S.Hi selaku Wakil Ketua I membidangi Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi KNPI Prov. Kalimantan Timur.

Dalam wawancara kami ini yang menjadi pewawancara utama adalah Retitha Kurnianda, dan anggota yang lain selain menjadi pendengar juga bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada Sang Narasumber.

Dan pertanyaan yang kami tanyakan dalam wawancara tersebut adalah :

  1. Pendapat Beliau mengenai Korupsi yang terjadi di Indonesia?
  2. Sejak kapan seharusnya Pendidikan Anti Korupsi di berikan?
  3. Apakah pernah terjadi tindakan korupsi di KNPI Prov.KalTim?
  4. Strategi apa yang dilakukan KNPI untuk menekan tindak korupsi di KNPI?

Untuk pertanyaan pertama, beliau menjawab bahwa “Korupsi yang terjadi di Idonesia sudah dalam tahap yang kronis bahkan sudah seperti menjadi budaya, walaupun sebetulnya Korupsi ini bukanlah bagian dari budaya Bangsa Indonesia.”Kemudian untuk pertanyaan kedua, beliau berpendapat bahwa “Seharusnya Pendidikan Anti Kroupsi di berikan sejak dini, bahkan seharusnya sudah diajarkan sejak di bangku PAUD atau TK. Beliau juga sangat mengapresiasi kami karena mau memberikan perhatian terhadap Pendidikan Anti Korupsi.”Kemudian untuk pertanyaan ketida, beliau menjawab “Selama KNPI ini berdiri belum pernah ia melihat atau mendapatkan tidakan korupsi di dalam KNPI karena setiap ada kegiatan, KNPI selalu melakukan evaluasi kegiatan baik dari acara maupun dana secara terperinci.” Dan untuk pertanyaan yang terakhir, beliau mengatakan “Strategi yang dilakukan KNPI dalam mencegah terjadinya tindakan korupsi di lingkungan KNPI Prov.KalTim adalah manajemen yang baik dan transparansi karena ketika manajemen yang dilakukan Organisasi itu baik, tepat dan transparan, maka tindak korupsi itu bisa dikunci pergerakannya. Dan ada 4 hal juga yang selalu KNPI Prov.KalTim lakukan, yaitu Organizing, Planing, Actualing dan Controling.”

Dari hasil wawancara tersebut kami dapat menarik kesimpulan bahwa dengan manajemen yang baik, tepat dan transparansi serta Organizing, Planing, Actualing dan Controling akan mampu menekan tindakan korupsi. Dan Beliau berpesan “Jadilah Pemuda yang konsisten untuk selalu melawan tindak korupsi dan perkuat Iman serta perdalam Ilmu Pengetahuan untuk mengatasi Korupsi.”Kemudian sebelum kami pulang, kami sempat untuk berfoto dengan Wakil Ketua I KNPI Prov.Kaltim, Bang Arief Rahman Hakim, S.Hi.

Berkaitan dengan pengalaman saya tentang Pendidikan Anti Korupsi adalah waktu saya dan teman-teman kelompok Untouchable melakukan wawancara di KNPI hari Kamis, 7 Mei 2015 dan waktu itu bertepatan dengan masuknya mata kuliah Sistem Ekonomi Indonesia pukul 13.00 WITA. Tetapi saya dengan beberapa teman titip absen untuk mata kuliah Sistem Ekonomi Indonesia dan beberapa teman lainnya tidak mau titip absen dan kami berdebat untuk pergi atau tidak.Akhirnya saya sebagai ketua kelompok mengambil keputusan untuk tetap wawancara dengan pilihan yang mau titip absen silahkan saja dan yang tidak mau titip absen juga silahkan. Saya saat itu memilih untuk titip absen bersama beberapa teman dan beberapa anggota yang lain tidak titip absen. Dan hari itu adalah hari pertama saya titip absen di semester 2 ini juga menjadi yang terakhir di semester 2.

Sepulang wawancara itu saya merasa bersalah sebagai ketua malah menunjukkan hal yang salah kepada anggota saya untuk titip absen karena itu adalah salah satu tidakan korupsi waktu kecil dalam lingkungan kampus.

Advertisements