Tags

,

Part I ” Perjalanan”

26 April 2015.

Kami kelompok Pemburu Tikus Berdasi yang berangotakan 8 orang memilih untuk melakukan interview didua instansi, untuk rencana pertama kami memilih untuk melakukan interview di Kantor Polisi Sektor Samarinda yang beloksi di jalan Slamet Riyadi dan  jika kami tidak berhasil maka kami akan melakukan rencana kedua yakni melakukan interview di Dinas Pekerjaan Umum Kaltim. Perjalanan untuk menjalankan obesevasi kami lakukan lebih awal pada hari Senin tanggal 27 April 2015..dari jadwal semula yang telah ditetapkan yakni pada  rabu tanggal.. bulan.. tahun. Obeservasi ini kami lakukan lebih awal mengingat beberapa hari terakhir dalam masa – masa obesrvasi kami cuaca di kota samarinda yang tidak dapat di prediksi alias hujan yang sering datang secara tiba tiba. Maka pada hari minggu pada tanggal , bln, thn kami Kelompok Tikus Berdasi (PTB) memutuskan untuk  melakukan Obesevasi lebih cepat yakni pada hari senin tgl, bln, thn  yang kebetulan pada hari itu juga tidak ada jadwal kuliah dikarenakan dosen pengampuh mata kuliah sosiologi yakni bapak Martinus Nanang sedang melakukan penelitian diluar kota.

Senin 27 April 2015

Pada hari senin kami berkumpul di kampus Fisip pukul 8.00 pagi untuk mengambil surat ijin untuk melakukan obeservasi di  Dekanat Fisip. setelah suarat ijin obeservasi kami terima maka selanjutnya kami mencari Ibu Unis selaku Dosen pengamuh mata kuliah anti korupsi untuk mengesahkan surat kami . Kami menemui Ibu Unis di ruang (aku lupa\) sekitar pukul 8.30 pagi. Setelah beberapa saat surat kami di Check oleh Ibu Unis ternyata ada beberapa bagian di dalam surat Obeservsi tersebut yang kurang lengkap seperti tidak adanya nama dosen pengampuh dan nama mata kuliah yang sedang di obeservsikan. Akhirnya kami kembali lagi ke akademik untuk membuat ulang surat permohonan obeservasi yang baru dengan beberapa tambahan. Kami menunggu lebih kurang 1 jam untuk menunggu surat kami yang baru dan akhirnya surat kami telah selesai dibuat sekitar pukul 9.45 pagi. selanjutnya kami mencari Ibu Unis lagi untuk  meminta tanda tangan beliau. kami menghubungi beliaunamun telepon kami tidak direspon mungkin beliau sedang sibuk maka kami memutuskan utntuk berjalan mencari Ibu Unis di gedung Rektorat Unmul lantai 3 namun beliau tidak ada disana. Lalu perjalanan kami lanjutkan di gedung Perpustakaan Unmul. Kami menunggu lebih kurang 10 menit akhirnya ibu Unis tiba di perpustakaan dan saat itulah kami mendapatkan tanda tangan beliau. Setelah semua surat ijin observasi telah rampung sekitar pukul 10.00 kami langsung meluncur ke lokasi obesrvasi yang pertama, yakni Polsek samarinda.  Kami menempuh perjalanan dari kampus menuju Polsek samarinda sekitar 30 menit.setibatiba disana sekitar pukul 10.30kami langsung masuk untuk memohon ijin untuk melakukan interview.seorang Polwan memproses surat peemohonan kami dan kami diminta untuk menunggu beberapa saat. setelah kami menungu akhirnya polwan tersebut keluar dan mengatakan bahwa kami diminta untuk kembali lagi esok hari. Kami hanya diminta datang lagi esok namun tak ada informasi yang lebih jelas tentang hal tersebut.Setelah mendengar permintaan Polwan tersebut akhinya kami beralih ke rencana kedua yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim. Kebetulan Kantor Polsek samarinda dan kantor DPU Kaltim tidak begitu jauh sehinga kami hanya menghabiskan sekitar 10 menit perjalanan untuk tiba disana. Setibanya kami disana sudah hampir jam istrirahat makan siang atau sekitar 11.50. kami langsung menyosor meja resepsionis untuk menanyakan apakah ada seseorang di kantor DPU Kaltim ini yang bersedia diambil waktunya sebentar untuk Wawancara tentang Anti Korupsi (kalau bisa orang – orang yan memiliki jabatan strategis di kantor ini). Kamudian orang yang duduk di meja resepsionis itu meminta kami menunggu sebentar karena di dalam masih  ada tamu. Ternyata kami di arahkan menuju Kasubag Umum DPU kaltim.Orang yang duduk di meja resepsions itu mengatakan kami bisa menunggu di dalam selagi bapak Kasubag Umum berbicara dengan tamunya namun tidak semua boleh masuk, hanya bebrapa perwakilan saja. Akhinya hanya 3 yang diperbolehkan untuk  masuk dan menungu didalam sementara sisanya menuggu  diluar. Ada sekitar 50 menit kami menungu akhinya rekan- rekan yang tadi menunggu didalam perlahan keluar. Setelah kami semua melihat hasil wawancara mereka ternyata selama 50 menit kami menunggu, mereka hanya bisa mewawancarai Kasubag Umum DPU tersebut sekitar 2 menit! Singkatnya waktu wawancara kami bersama bapak kasubag Umum DPU karena beliau mengatakan masih banyak tugas yang belum beliau selesaikan sehigga beliau tak bisa berlama – lama untuk di wawancarai.Akhinya petanyaan yang kami susun tak bisa sepenuhnya kami sampaikan karena keterbatasan waktu.sesungguhnya kami cukup kecewa dengan hal ini belum lagi jawaban yang diberikan oleh beliau begitu rumit sehingga sulit bagi kami untuk bisa memahaminya. Setelah bunyi kumandang sholat dzuhur, kami memutuskan untuk kembali. Kebetulan dihari iu juga ada Pemira BEM Fisip, beberapa kembali ke kampus untuk memlih calon Ketua BEM,dan  sebagian lagi pulang ke rumah masing – masing.

Selasa.28 April 2015

salah satu jadwal kami adalah mendiskusikan akankah kami kembali ke Polsek samarinda pada  hari ini atau tidak. Karena sesuai dengan apa yang dikatakan oleh polwan yang memproses surat permohonan kami pada hari sebelumnya harusnya kami kami kembali pada hari selasa ini.  Namun kami memustuskan untuk tidak kembali pada hari ini karena adanya 2 Mata kuliah yang jadwalnya saling bedekatan sehigga kami tidak bisa keluar kampus.Belum lagi hujan yang tiba – tiba turun membuat keputusan kami untuk tidak kembali ke Polsek semakin bulat.

Rabu 29 April 2015

Hari ini sebenarnya  adalah waktu yang ditetapkan untuk melakukan obeservasi. Sejujurnya kami cukup bersyukur atas keputusan kami untuk melakukan obesrvasi lebih awal dari jadwal yang telah dtentukan, mengapa? Karena 1.akhirnya kami tahu bahwa meminta waktu dari seorang  petinggi instansi pemerintah itu sulit dan kesannya dipersulit 2. setidaknya kami telah memasukkan permohonan kami untuk melakukan wawancara di Polsek Samarinda, jadi otomatis kami one step didepan dari rekan- rekan kami yang lain yang juga sedang mengerakan project observasi Mata Kuliah Anti Korupsi. karena sehari sebelumnya tepatnya pada hari selasa kami tidak mengindahkan saran Polwan yang pada senin lalu meminta kami untuk kembali lagi ke Polsek pada hari selasa, dikarenakan pada hari itu Samarinda dilanda hujan yang cukup lebat, maka kami memutuskan untuk datang ke Polsek  pada hari ini. sialnya pagi tadi Samarinda lagi- lagi diguyur hujan yang lumayan lebat sehingga beberapa rekan kelompok PTB memutuskan untuk tidak membawa motor ke kampus dan memilih untuk diantar orangtua menggunakan mobil. dengan beberapa rekan PTB yang tidak membawa motor ke kampus, otomatis kendaraan yang digunakan untuk pergi ke Polsek pun berkurang. Imbasnya, tidak semua dari kami bisa ikut untuk melakukan observasi pada hari ini.namun kami telah bermusyawarah untuk mengambil keputusan dan keputusan ini telah kami setuji bersama, maka kami memutuskan bahwa hanya beberapa saja dari kami yang akan pergi ke Polsek Samarinda hari ini. diawal sudah dijelaskan bahwa pada pagi sebelumnya samarinda di guyur hujan dan sampai detik ini sebenarnya hujan tak benar – benar berhenti, namun sedikit lebih reda.  Akhirnya  beberapa rekan kami itu meluncur ke Polsek Samarinda di bawah rintik – rintik hujan yang tak kunjung berhenti. Setelah sekitar 45 menit kami menunggu, rekan – rekan yang tadi ke Polsek telah kembali di kampus. Kami sebenarnya bisa menebak apa yang akan mereka sampaikan mengingat cepatnya rentan waktu yang mereka gunakan. Yah, mereka tidak bisa melakukan  wawancara  karena menurut Polwan yang bertugas disana  kertas permohnan kami tidak dapat ditemukan hingga kami diminta sabar menunggu konfirmasi selajutnnya. Sang Polwan hanya meminta nomor telephone kami dan mengatakan akan memberikan kami kabar secepatnya jika surat permohonan itu telah ditemukan (yang pada hari- hari berikutnya kami tidak pernah menerima kabar sedikitpun). Untungnya salah satu dari rekan kami berinsiatif untuk meminta nomor telephone Polwan tersebut karena merasa bahwa  jika kami menunggu si Polwan memberi kabar mungkin sampai kiamatpun setitik informasi tak akan kami dapatkan. Bukan nya suudzon namun kenyataan berkata demikian. Namun dengan memiliki nomor telephone Si Polwan, mungkin akan lain cerita. Untuk lebih detail tentang cerita di balik nomor telephone Polwan akan dibahas di The Stuggle Part II.

Senin 4 Mei 2015

Kami kembali lagi ke Kapolsek samarinda untuk ke 3 kalinya setelah jam Mata Kuliah Sosiologi sekitar pukul 9.30 pagi. kami langsung meluncur ke Kapolsek dan tiba sekitar pukul 10.00 pagi. kami masuk ke Kasum(Kasi Umum). Setelah itu kami dibawa ke bagian TIPIKOR (Tindak Pidana Korupsi). Dan kami diterima dengan baik oleh bapak Bambang Susilo selaku wakil ketua tipikor..bersambung di Essay ISI VIDEO…

Part II “Isi Video”

Senin tanggal 4 Mei 2015, kami di terima oleh bapak Bambang Susilo di ruangan TIPIKOR. Kami menanyakan beberapa pertanyaan buat bapak bambang

  1. Menurut bapak korupsi itu apa
  2. Gimana cara mengurangi korupsi
  3. Faktor yg menyebabkan korupsi
  4. Hukuman apa yg membuat pelaku korupsi jera
  5. Penting tidak pendidikan ankor terhadap generasi muda

Dan bapaknya bercerita bahwa korupsi itu adalah suatu tindakan perbuatan melanggar formil dan materil yang berdampak merugikan Negara. Formil misalkan bantuan hibah, suatu organisasi diberikan hibah oleh pemerintah, namun tidak dikerjakan. Proposal yang dibuat adalah tentang penghijauan namun yang dikerjakan disesuai apa yang ada di proposal. Factor yang mempengaruhi adalah dari diri masing-masing, niat dari awal adalah sikap dan tindakan , moral yang kurang. Factor yang paling mempengaruhi adalah pengawasan dari dalam. Bantuan yang diberikan harus diawasi terus, buat apa sih? Benar-benar tidak digunakan sesuai apa yang di ajukan. Cara menanggulangi korupsi, 1 pengertian korupsi ditanamkan dari tingkat SD sampai Mahasiswa. Dari moral dan sisi agama , jangan didepankan Cuma intlektual aja, ada 3 kekuatan, intlektual, spritural, emosional. Spritural harus didahulukan dari pada intlektual, supaya ada factor pengawasan dari dalam dirinya sendiri. Hukuman untuk para korupsi, sesuai dengan apa yang dikorupsikan apabila mengkorupsi 500 juta harus kembali 500 juta, supaya jera harus diberikan hukuman penyitaan asset-asset yang dia punya, dan hukuman pengasingan juga bisa diterapkan contoh kasus seperti peyucian uang untuk menyembunyikan uang korupsi. Penting tidak sih pendidikan anti korupsi,menurut bapaknya penting karna dari bibit-bibit awal itu lah kita bisa mengajarkan pentingnya untuk tidak korupsi dan belajar untuk jujur dan selalu berusaha untuk menggapai sesuatu dengan cara halal, jangan setelah udah dewasa baru kita ajarkan anti korupsi. Ditanamkan iman,taqwa, serta moral yang benar untuk berbuat jujur dan tidak melakukan korupsi.

Cerita menarik dari bapaknya adalah bahwa para koruptor itu adalah orang – orang yang berintelektual tinggi, berpendidikan. Tapi nyatanya? Malah mereka-mereka yang kita harapkan malah merusak bangsa kita sendiri. Mereka malah memperkaya diri sendiri dan tidak memikirkan nasib orang banyak. Mereka dengan seenaknya menggunakan uang rakyat untuk berpergian dengan keluarga sedangkan masih banyak yang kelaparan. Disinilah Spiritual,Moral perlu ditanamkan. Tapi dengan kasus yang sekarang, orang yang Agamis keliatan dari luarnya ternyata bisa melakukan korupsi juga? Jadi intinya pengawasan dari dalam, moral kita, belajar jujur dari hal-hal kecil, ingat tuhan, sebagai pondasi awal untuk tidak melakukan korupsi dari bentuk apapun.

Terkadang factor yang membuat orang korupsi adalah faktor gaya hidup yang berlebihan dan gak mau bekerja keras dengan yang halal. Mereka menghalalkan segala cara untuk korupsi. Gaya sosialita mereka yang membuat hidup mereka selalu kekurangan makanya mereka hidup tidak bersyukur. Sebenernya kalau mereka mau kaya harus ditanamkan kerja keras agar mereka tidak korupsi. Biasanya keluarga yang biasanya dikasih uang korupsi, akan melakukan hal yang sama. Makanya kalian sebagai mahasiswa sebagai pengganti kami yang sudah tua ini, berusahalah jujur mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar. Bekerja keras, usaha dan jangan lupa berdoa untuk membentengi diri untuk tidak melakukan korupsi dan selalu ingat kepada tuhan, karena korupsi itu bukan karna niat dari pelakunya, namun adanya kesempatan yang membuat mereka korupsi.  Intinya JAUHIN,HINDARI,DAN LAPORKAN apabila ada yang melakukan pidana korupsi.

Kesimpulan

Korupsi adalah perbuatan segelintir orang yang menyebabkan kerugian Negara. Korupsi ada yang berupa penggelapan dan penyucian uang yang dilakukan oleh seseorang untuk menyembunyikan uang tersebut. Ada 2 faktor yang menyebabkan korupsi, internal dan eksternal. Internal adalah dari dalam dirinya, sedangkan eksternal faktor dari luar misalnya pengaruh dari lingkungan yang tidak baik. biasanya faktor gaya hidup, sikap dan tindakan  yang membuat mereka melakukan apapun demi uang tanpa mau berusaha dan bekerja keras mereka menggunakan jabatan mereka untuk meraih uang sebanyak-banyaknya. Dan harus nya ada pengawasan terhadap instansi-instansi besar untuk mencegah korupsi, dan memeriksa data-data untuk mengetahui uang-uang tersebut dipakai kemana. Pejabat yang korupsi sebelum dipenjara, harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu, berapa uang yang dia pakai baru pihak TIPIKOR bisa mengasih hukuman yang tepat. Menurut pengamatan kami bisa disimpulkan bahwa KORUPSI adalah Merampas, Mencuri, Merampok, Mengambil Hak Orang lain yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh pejabat-pejabat. Karena pejabat-pejabat itu memegang amanah dari rakyat untuk memajukan kesejahteraan rakyat bukannya memiskinkan rakyat dan memperkaya diri mereka. Dan kami sebagai mahasiswa, penerus mereka setelah adanya pendidikan anti korupsi mengetahui korupsi secara jelas bahwa korupsi bukan berdampak pada satu orang melainkan orang banyak.

Advertisements