Tags

,

Presentasi ketiga hasil wawancara anti korupsi terhadap instansi pemerintah serta partai politik pada Rabu, 20 Mei 2015. Pada pertemuan ini yang bertugas menjadi moderator ada Dini Hariyanti(1402045031) dan sebagai notulen adalah Nur Widya Oktaviana(1402045013). Ada tiga kelompok yang mempresentasikan hasil wawancaranya, yaitu:

  1. Peace Maker
  2. Anti Corruption Team (ACT)
  3. Against the Corruption (ATC)

Berikut adalah review yang ditulis Nur Widya O. selaku notulen.

Presentasi ketiga hasil wawancara anti korupsi terhadap instansi pemerintah serta partai politik dimulai dengan kelompok Peace Maker dengan Faroza(1402045009) sebagai presentator yang mempresentasikan hasil kerjanya yaitu mewawancarai Instansi KADIN (Kumpulan Dagang Industri) Kota Samarinda. Dari hasil wawancara, mereka mengatakan bahwa di KADIN tidak ada tindakan korupsi ini dikarenakan KADIN Kota Samarinda memiliki seksi-seksi/ bagian bagian di setiap perdagangan.

Kemudian kelompok Anti Corruption Team dipresentasikan oleh Gary Angelo yang mewawancarai dua instansi. Pertama BPK (BADAN PEMERIKSA KEUANGAN). Di insansi ini ada tindakan korupsi yaitu berupa kasus finansial (tentunya tidak bisa disebutkan). Dengan terjadinya hal tersebut maka adanya badan pengawasan yang ada di BPK tersebut sangat berperan dalam mengawasi kegiatan para pegawai. Dan biasanya hukuman yang mereka dapat bila melakukan suau tindak korupsi adalah terjadinya pemecatan dan tindak pidana. Instansi yang ke dua adalah BKD (BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH), bersama dengan narasumber Ibu Nina Dewi menyampaikan bahwa ada tindakan korupsi yang terjadi di instansi mereka yaitu merupakan tindakan korupsi waktu. Tentu saja instansi tidak hanya diam melihat itu, pegawai yang dinyatakan korupsi waktu akan dikenakan sanksi yakni berupa pemotongan beberapa persen pada gaji pegawai. Dan tidak hanya itu, intansi juga melakukan pendisiplinan para pegawai untuk mengurangi tindakan korupsi waktu yang terjadi di instansi tersebut.

Kemudian kelompok terakhir yaitu kelompok Against The Corruption dengan presentator adalah Indri(1402045017) yang juga telah mewawancarai dua instansi yaitu pertama adalah PARTAI PERINDO, bersama dengan Bapak Hamdani. Beliau mengatakan, tidak terjadi adanya tindakan korupsi di instansi ini dikarenakan mereka merupakan sebuah partai baru. Dan selanjutnya instansi PU (PEKERJAAN UMUM) KHUSUS DI PEMBANGUNAN INSTANSI AIR. Sama halnya di partai PERINDO di instansi ini pun tidak terjadi korupsi dikarenakan mereka saling mengingatkan satu sama lain.

Dengan berakhirnya persentasi dari ketiga kelompok tersebut maka dibukalah sesi tanya jawab. Yang pertama yaitu dengan Saudara Armin(1402045060) yang memberikan sarannnya kepada Anti Corruption Team yaitu bahwa, “BPK kan mengurus tentang pemeriksaan keuangan pastinya dia mempunyai data lengkap tentang itu kenpa kalian gak coba tanyakan lebih rinci tentang BPK itu sendiri?” kemudian diberi tanggapan oleh Fauzi(1402045036) anggota dari ACT yaitu, BPK itu mengecek dari apa yang dilakukan anggotanya apakah sudah sesuai dengan anggaran atau tidak, serta mereka juga memeriksa keuangan mereka dari apa yg mereka dapat dan lihat.

Dan Saudara Armin pun menambahkan, “Tapi masa gak ada yg spesifik karena mereka punya tanggung jawab lebih besar, karena dari semua instansi biayanya itu diperiksa oleh BPK,” dan ditanggapi oleh Saudari Irma(1402045050) bahwa BPK tidak selalu mendapatkan kasus korupsi karena kewenangan mereka hanya memeriksa keuangan. Dan ditambahkan oleh saudara Rahmat(1402045020) bahwa mereka telah memberi pertanyaan tersebut tetapi harus ada prosedur tertentu yg harus dipenuhi untuk mendapat jawabannya.

Kali ini sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Saudara Kurnianto(1402045008) yang bertanya kepada Against the Corruption, “Bagaimana cara pencegahan dari instansi tersebut (PU) terhadap tindakan korupsi? Sedangkan tadi yang dijelaskan merupakan pendapat dari mereka sendri.”, kemudian dijawab oleh anggota ATC yaitu Saudari Ni Putu(1402045016) mengatakan bahwa, ada, terdapat sistem pembukuan dan dari itulah dicek ada kasus korupsi atau tidak. Serta diadakan sosialisasi. Kemudian Kurnianto menambahkan “Apakah sosialisasi menurunkan tingkat korupsi tersebut?” dan dijawab oleh Ni Putu “Ya nda juga sih.

Pertanyaan selanjutnya diajukan oleh dosen ankor kita sendiri yaitu Bu Unis kepada kelompok ATC, “Bahwa dari yang dijelaskan tadi mereka mengatakan bahwa mereka(Partai Perindo) partai baru jadi apakah kalau sdah lama mreka akan memulai untuk melakukan korupsi?”, kemudian dijawab oleh Nicky Nasda(1402045057), “Memang baru tapi bapaknya menghindari karena di dalam dirinya sudah ditanamkan sifat anti korupsi terus untuk kepegawaian mereka diseleksi dengan ketat untuk menghindari korupsi tresebut. Dan mereka pun mendukung adanya anti korupsi.”

Kemudian diberi pertanyaan oleh Rivaldi(1402045053) yaitu “Tadi dikatakan oleh Against the Corruption bahwa ada seleksi ketat nah seleksi yang ketatnya itu seprti apa?” kemudian dijawab oleh ATC, “Kami tidak menanyakan, tapi bisa kami simpulkan mereka diseleksi dari rwayat kerjanya dll.”

Dengan menyimak secara seksama hasil persentasi dan diskusi ankor ini sebuah tanggapan muncul dari Saudara Jurmin(1402045011) yang menanggapi, “Saya tidak setuju dengan yang dibilang oleh Saudara Armin, yang pertanyaanya harus spesifik karena kenapa seperti yang kita tau, kita diberi tugas oleh Bu Unsi itu untuk mempertanyakan hal-hal yang umum saja jadi buat apa kita pertanyakan sampai spesifik seperti itu?” kemudian ditanggapi oleh Bu Unis dengan mengatakan “Memang pertanyaannya umum tapi kan yang diwawancarai dengan instansi yang berbeda sehingga nantinya kita bisa mendapatkan informasi yg lebih.”

Pertanyaan selanjutnya datang dari Saudara Reno yang menanyakan “Seperti yang dikatakan tdi bahwa di BKD terjadi korupsi waktu. Dan apakah kalian sendiri sudah disiplin waktu?”dan dijawab oleh Saudara Permata(1402045049), “Kami sudah sebisa mungkin untuk tepat waktu tapi ada beberapa halangan seperti macet, malas, dll, yanag membuat kami tidak tepat waktu. Ya tapi kami sudah berusaha untuk disiplin waktu.”

Dan kemudian pertanyaan terakhir dari Saudara Jurmin untuk setiap kelompok yaitu, “Apa yang menjadi kesimpulan kalian tentang apa yg sdah kalian wawancarai?”

Kesimpulan dari anggota Anti Corruption Team yaitu bagaimana sistem kerja BPK, bagaimana cara kerja BPK, dan peran BPK. Kemudian kesimpulan dari anggota Peace Maker walaupun banyak masalah mereka bisa berdiri sendiri tidak tergantung pada pemerintah. Dan kesimpulan kelompok terakhir dari Against the Corruption mudah-mudahan benar tidak ada tindakan korupsi di instansi tersebut.

Karena keterbatasan waktu demikianlah berakhirnya diskusi ankor ini.

Advertisements